Jumat, 29 Agustus 2025

Kabinet Prabowo Gibran

Pimpin Sidang Paripurna Perdana, Prabowo soal Tunjuk 48 Menteri: Yang Penting Tak Kerja Seenaknya

Pimpin sidang paripurna perdana, Prabowo soal tunjuk 48 menteri: Yang penting tak kerja seenaknya.

Penulis: Jayanti TriUtami
Editor: Tiara Shelavie
KOMPAS.COM
Presiden Prabowo Subianto. Pada Rabu (23/10/2024), Prabowo memimpin sidang kabinet paripurna perdana di Istana Kepresidenan, Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Paripurna perdana yang diikuti menteri, wakil menteri, hingga kepala badan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2024). 

Sidang paripurna perdana pemerintahan Prabowo kali ini bertema "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045." 

Saat memimpin sidang tersebut, Prabowo sempat menyinggung jumlah menteri yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih

Ada sebanyak 48 menteri yang ditunjuk Prabowo untuk bergabung dalam kabinet pemerintahannya. 

"Jumlah anggota kabinet kita sebanyak 48 menteri, juga ada badan-badan yang sangat strategis," ucap Prabowo, dikutip dari tayangan Kompas TV, Rabu (23/10/2024). 

Prabowo menyadari jumlah menteri yang ditunjuknya lebih banyak dibandingkan pemerintahan sebelumnya. 

Namun, Prabowo memiliki alasan di balik penunjukkan 48 menteri tersebut. 

Ia mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan penduduk terbanyak keempat di dunia.

"Ini memang lebih banyak dari pemerintah sebelumnya, jumlah ini saya sadari memang tergolong besar," jelas Prabowo. 

"Tapi bangsa kita bangsa yang besar, kita negara keempat terbesar di dunia dari jumlah penduduk."

"Dari luas wilayah kita sama dengan Eropa, di mana Eropa terdiri dari 27 negara, kita satu negara."

Baca juga: Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 8 Persen, Ekonom UI Jabarkan Caranya Agar Tercapai

"Mengelola Eropa itu memerlukan 27 menteri keuangan, 27 menteri pertahanan, 27 menteri dalam negeri," sambungnya. 

Mantan menteri pertahanan  itu menganggap, tak ada ada yang perlu dipermasalahkan dari banyaknya jumlah menteri di kabinetnya. 

Yang terpenting, menurut Prabowo, para menteri dapat bekerja secara maksimal. 

"Kita juga memilih sistem politik demokratis, kalau kita negara otoriter mungkin kita cukup menjalankan semua dengan jumlah penduduk yang sedikit," ujar Prabowo.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan