Profil dan Sosok
Letjen TNI Mochammad Hasan, S.I.P.
Letjen Mochammad Hasan adalah Pangdam I BB yang menghebohkan publik karena siap menukar nyawanya dengan korban tewas penyerangan oleh 33 prajurit TNI.
Berbagai jabatan strategis di institusi TNI AD sudah pernah diembannya.
Hasan tercatat pernah mengemban jabatan sebagai sebagai 11/Awang Long (2005), Dandim 1013/Muara Teweh, Waasops Danpaspampres, dan Asops Danpaspampres (2010).
Selain itu, jenderal ia juga sempat menduduki posisi sebagai Danrindam IV/Diponegoro (2013), Danrem 141/Toddopuli (2015), dan Paban 3 Tahwil Ster TNI (2016).
Karier Hasan makin meroket setelah ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Sekretaris Pusterad pada tahun 2017.
Pada tahun 2018, Letjen Mochammad Hasan diangkat menjadi Kadisjasad.
Dua tahun kemudian, Mochammad Hasan ditugaskann untuk menduduki posisi sebagai Irben Itjenad.
Baca juga: Brigjen TNI Purn. Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, S.H., M.H.
Setelah itu, ia diutus untuk menjabat sebagai Asdep Koordinator Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam pada tahun 2021.
Di tahun yang sama, Hasan kemudian dimutasi menjadi Pa Sahli Tk III Kasad Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba.
Lalu, jenderal asal Bandar Lampung ini didapuk sebagai Aster Kasad pada tahun 2022.
Pada tahun 2023, Letjen Mochammad Hasan diamanahkan untuk mengisi kursi jabatan sebagai Pangdam I/Bukit Barisan.
Barulah di tahun 2024 ia naik pangkat menjadi Letjen atau jenderal bintang 3 dan diangkat sebagai Sesmenko Polhukam.
Siap tukar nyawa dengan korban tewas penyerangan TNI
Letjen TNI Mochammad Hasan masih bertanggung jawab penuh akan tugasnya sebagai Pangdam I Bukit Barisan meski telah diumumkan dimutasi menjadi Sesmenko Polhukam pada Oktober 2024.
Peristiwa 33 prajurit TNI dari Batalyon Artileri Medan (Armed) 2/105 Kilap Sumagan yang diduga menyerang warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Deli Serdang, masih menjadi tanggung jawabnya sebagai pimpinan.
Baca juga: Komjen Pol. Purn. Drs. Firli Bahuri, M.Si.
Peristiwa puluhan oknum anggota TNI itu menyebabkan puluhan warga terluka dan seorang warga bernama Raden Barus (61) tewas pada Jumat, 8 November 2024.
Atas kejadian itu, Mochammad Hasan menyampaikan permohonan maaf.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Letjen-TNI-Mochammad-Hasan-SIP-saat-masih-berpangkat-Mayjen.jpg)