Senin, 1 September 2025

Daftar Jenis Penyakit yang Bisa Diperiksa melalui Medical Check Up Gratis Mulai 1 Februari 2025

Daftar jenis penyakit yang bisa diperiksa melalui medical check-up gratis mulai 1 Februari 2025 khusus warga negara Indonesia yang ulang tahun.

Instagram @diskominfosiak
POSTER MEDICAL CHECKUP - Foto ini diambil pada Sabtu (1/2/2025) dari publikasi resmi Diskominfo Kabupaten Siak pada 7 Januari 2025, memperlihatkan poster program medical checkup gratis yang berlaku mulai 1 Februari 2025 bagi WNI pada hari ulang tahunnya. Berikut ini daftar jenis penyakit yang dapat diperiksa melalui program ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Kesehatan RI meluncurkan program medical check-up gratis yang berlaku mulai 1 Februari 2025.

Program skrining kesehatan gratis ini hanya dapat digunakan oleh warga negara Indonesia pada hari ulang tahun mereka.

Berbeda dengan skrining Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit, medical check-up gratis ini dirancang untuk mendeteksi berbagai penyakit sesuai dengan golongan usia.

Tujuannya adalah meningkatkan efektivitas deteksi dini, serta mengurangi risiko kematian dan kecacatan, sebagaimana disebutkan dalam laman resmi Kemenkes.

Untuk mengakses layanan medical check-up gratis ini, warga perlu mendaftar melalui aplikasi SatuSehat Mobile atau langsung mengunjungi puskesmas terdekat.

Berikut ini jenis pemeriksaan yang disediakan dalam program medical check up gratis mulai 1 Februari 2025, dikutip dari akun Instagram @diskominfosiak.

Baca juga: Syarat Daftar Lowongan Kerja Kemenkes RI, Periode Pendaftaran Dibuka hingga 7 Februari 2025

  1. Balita usia 0-4 tahun
    • Hipotiroid kongenital 
    • Penyakit jantung bawaan kritis 
    • Hiperplasia adrenal kongenital 
    • Defisiensi G6PD 
    • Pertumbuhan 
    • Perkembangan
    • Indera pendengaran 
    • Indera penglihatan 
    • Gigi dan mulut 
    • Talasemia 
    • Hepar.
  2. Remaja usia 7-17 tahun 
    • Indera pendengaran 
    • Indera penglihatan 
    • Gigi dan mulut 
    • Talasemia 
    • Anemia 
    • Obesitas 
    • Diabetes melitus 
    • Hipertensi 
    • Paru-paru 
    • Kesehatan jiwa
    • Kebugaran 
    • Hepar.
  3. Dewasa usia 18-39 tahun 
    • Indera pendengaran 
    • Indera penglihatan 
    • Gigi dan mulut 
    • Obesitas
    • Diabetes melitus 
    • Hipertensi 
    • Faktor risiko jantung stroke 
    • Penyakit ginjal kronik 
    • Paru-paru 
    • Kesehatan jiwa 
    • Kebugaran 
    • Kanker payudara 
    • Kanker leher rahim 
    • Hepar Osteoporosis. 
  4. Dewasa 40-59 tahun 
    • Indera pendengaran 
    • Indera penglihatan 
    • Gigi dan mulut 
    • Obesitas 
    • Diabetes melitus 
    • Hipertensi 
    • Kolesterol 
    • Faktor risiko stroke 
    • Faktor risiko jantung 
    • Penyakit ginjal kronis 
    • Paru-paru 
    • Kesehatan jiwa 
    • Kebugaran 
    • Kanker payudara 
    • Kanker leher rahim 
    • Kanker usus 
    • Hepar 
    • Osteoporosis. 
  5. Lansia usia lebih dari 60 tahun 
    • Indera pendengaran
    • Indera penglihatan
    • Gigi dan mulut 
    • Obesitas 
    • Diabetes melitus 
    • Hipertensi 
    • Kolesterol 
    • Faktor risiko stroke 
    • Faktor risiko jantung 
    • Penyakit ginjal kronis 
    • Paru-paru 
    • Kesehatan jiwa 
    • Kebugaran 
    • Kanker payudara 
    • Kanker leher rahim 
    • Kanker usus 
    • Geriatri 
    • Hepar 
    • Osteoporosis.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan