Menteri Agama: Indonesia dan Turki Kerja Sama Pelayanan Haji Hingga Pelatihan Penceramah
Indonesia dan Turki sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang layanan dan pendidikan keagamaan. Kesepakatan tesebut disaksikan Presiden Prabowo.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia dan Turki sepakat untuk menjalin kerja sama di bidang layanan dan pendidikan keagamaan.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan memorandum saling pengertian oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Kepala Bidang Urusan Agama Republik Turki Ali Erbas di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (12/2/2025) lalu.
Penandatanganan ini turut disaksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Kesepakatan bidang pelayanan dan pendidikan keagamaan ini merupakan salah satu dari 12 kerja sama yang disepakati kedua negara.
"Alhamdulillah kemarin saya sudah menandatangani MoU dengan negara Turki. Ini menjadi langkah baru untuk membangun layanan dan pendidikan keagamaan di dua negara," ujar Nasaruddin melalui keterangan tertulis, Jumat (14/2/2025).
Baca juga: Kementerian Agama Bakal Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan Hari Jumat 28 Februari 2025
Menurut Nasaruddin, ada beberapa hal yang akan dijalin antara kedua negara.
Kerja sama ini mencakup pertukaran informasi dan pengalaman terkait layanan dan pendidikan keagamaan.
"Kita akan kerja sama juga untuk melaksanakan konferensi-konferensi, pelatihan untuk khatib dan penceramah," ungkap Nasaruddin.
"Terutama kita juga akan berbagi informasi tentang Moderasi Beragama atau wasathiyah," tambah Nasaruddin.
Baca juga: Fokus Pengentasan Kemiskinan, Kementerian Agama Resmikan Kota Padang Sebagai Kota Wakaf
Kerja sama juga akan dilakukan dalam hal publikasi maupun studi keagamaan.
Dirinya mengatakan kerja sama ini juga akan terkait dengan pelayanan penyelenggaraan haji.
"Terakhir, kita juga akan berbagi pengalaman dalam pelayanan haji," ucap Nasaruddin.
Nasaruddin berharap kesepakatan di bidang keagamaan ini dapat membawa manfaat bagi kedua negara.
"Kita berharap, kesepakatan ini dapat memberikan kemaslahatan bagi dua negara dan membawa manfaat bagi kehidupan keberagamaan dunia global," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wawancara-Khusus-Menteri-Agama-RI-Nasaruddin-Umar_20250128_121449.jpg)