Senin, 11 Mei 2026

Prabowo akan Minta Maaf ke Jokowi, Ini Alasannya

Ketahui alasan Prabowo minta maaf kepada Jokowi dalam peresmian Bank Emas di Jakarta.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Taufik Ismail
RESMIKAN BANK EMAS- Presiden Prabowo meresmikan Bank Emas di Gade Tower Pegadaian, Jakarta, Rabu, (26/2/2025). Pada kesempatan itu dia minta maaf ke Jokowi. 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan meminta maaf ke Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) karena meresmikan program yang diinisiasi sejak lama.

Prabowo mencontohkan program Bank Emas yang telah dipersiapkan sejak kepemimpinan Jokowi.

“Mungkin besok saya akan ketemu Pak Jokowi. Saya akan minta maaf, minta maaf, Pak Jokowi. Bapak yang bekerja keras dengan menteri-menteri Bapak,” kata Prabowo usai peresmian Bank Emas di Gade Tower Pegadaian, Jakarta, Rabu, 26/2/2025.

Menurut Prabowo, layanan bank emas pertama di Indonesia tersebut telah dirancang selama empat tahun.

Ia hanya menjalani takdir untuk meresmikannya saja.

“Saya paham bahwa persiapan Bank Emas ini memakan waktu cukup lama. Kalau tidak salah, butuh 4 tahun. Takdir saya bahwa saya yang resmikan,” katanya.

Oleh karena itu, Prabowo meminta agar peresmian program yang digagas dan dinisiasi sejak lama sebaiknya mengundang Presiden sebelumnya.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih, Pak Jokowi. Seharusnya tolong Seskab ya, kalau ada program yang jasanya pemerintah sebelumnya banyak, presiden sebelumnya harus dihadirkan juga,” pungkasnya.

Hingga Rp 50 Triliun

Sebagai informasi, pembentukan dan peresmian bank emas sempat disampaikan oleh Prabowo pada pekan lalu.

Ia mengaku akan membentuk bank emas pada 26 Januari 2025.

"Kita akan bentuk bank emas. Bank emas. Jadi kita selama ini belum punya bank untuk emas," kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).

Berdasarkan perhitungan OJK, pembentukan bullion bank dapat menciptakan nilai tambah dalam industri emas hingga Rp 50 triliun.

Prospek bisnis bank emas juga diperkirakan semakin baik.

Berdasarkan hasil penelitian OJK, usaha bullion dapat memaksimalkan nilai tambah dari sumber daya emas yang ada di Indonesia, baik emas hasil tambang maupun stok emas yang dimiliki masyarakat.

"Usaha bullion bank dapat berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel yang akan memacu peningkatan industri emas dan keseluruhan bisnis dalam ekosistem emas yang mewadahi, dengan tambahan value added (nilai tambah) hingga sebesar Rp 30-50 triliun," tutur Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

Menteri BUMN menambahkan, cadangan emas Indonesia menempati peringkat keenam terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 2.600 ton.

Namun jumlah cadangan emas batangannya masih jauh dari Singapura, yakni hanya sebesar 78,3 ton.

"Artinya kita nomor 43 di dunia. Ekonomi kita lihat Amerika itu hampir 8.000 ton reserve-nya," jelas Erick.

 

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved