Mudik Lebaran 2025
Puan Maharani Ingatkan Masyarakat Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem saat Mudik Lebaran
Puan Maharani menegaskan keselamatan pemudik harus menjadi fokus utama perhatian pemerintah, terutama dalam menghadapi cuaca buruk.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan dapat mempengaruhi arus mudik Idulfitri 1446 H.
Dia menegaskan keselamatan pemudik harus menjadi fokus utama perhatian pemerintah, terutama dalam menghadapi cuaca buruk yang bisa mengancam kelancaran perjalanan.
Baca juga: Merantau 12 Tahun di Jakarta, Umam Gembira Tahun Ini Bisa Mudik ke Malang Jawa Timur
"Keselamatan pemudik adalah hal yang tidak bisa ditawar. Pemerintah dan seluruh pihak terkait harus memastikan infrastruktur dan sistem transportasi siap untuk mendukung perjalanan yang aman, meskipun cuaca ekstrem mengancam," ujar Puan dalam keterangannya, Jumat (28/3/2025).
Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan menghadapi cuaca berawan hingga hujan ringan pada periode 24-27 Maret 2025.
Beberapa daerah juga diprediksi mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu aktivitas mudik.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta gelombang tinggi yang dapat memengaruhi perairan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
Menanggapi hal tersebut, Puan mengimbau Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Dia mengusulkan penyebaran informasi cuaca secara real-time melalui berbagai kanal, termasuk media massa dan aplikasi transportasi daring, untuk memastikan pemudik selalu mendapatkan informasi yang up-to-date.
Baca juga: Hari Ini Puncak Arus Mudik di 37 Bandara InJourney Airports, Jumlah Penumpang Tembus 741 Ribu
"BMKG harus terus memperbarui informasi cuaca secara cepat dan akurat. Pemberian informasi cuaca yang tepat waktu sangat penting agar masyarakat bisa membuat keputusan perjalanan yang lebih aman," ujar Puan.
Lebih lanjut, Puan juga mengusulkan penggunaan papan informasi digital di rest area dan terminal transportasi untuk memberikan update cuaca kepada pemudik.
Dia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara BMKG dan berbagai pihak terkait layanan transportasi, seperti maskapai penerbangan, perusahaan bus, dan operator kapal, agar mereka memiliki pedoman operasional yang tepat dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Selain itu, Puan mengingatkan pentingnya memastikan infrastruktur transportasi, seperti bandara, pelabuhan, dan terminal, siap mengantisipasi gangguan akibat cuaca buruk.
Peningkatan kualitas jalur mudik, termasuk perbaikan drainase dan pembangunan tanggul di daerah rawan longsor, juga perlu menjadi perhatian utama agar perjalanan mudik tidak terhambat.
"Pemerintah harus memastikan jalur mudik aman. Jangan sampai banjir atau longsor mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, pengamanan jalur mudik juga harus lebih diperketat, termasuk penambahan personel kepolisian di titik rawan kecelakaan dan bencana. Posko darurat di wilayah yang berisiko tinggi juga harus disiapkan untuk memudahkan evakuasi," ucap Puan.
Selain pemerintah, Puan juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.
Pemudik diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik.
Puan juga mengingatkan agar pemudik tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan jika cuaca buruk, seperti hujan lebat atau angin kencang, terjadi.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan menjaga kelancaran mudik Lebaran tahun ini," pungkas Puan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemudik-Mulai-Padati-Stasiun-Kereta-Api-Kota-Baru-Malang_20250328_134932.jpg)