Jumat, 29 Agustus 2025

Aksi Indonesia Gelap

Feri Amsari Siap Terima Ajakan Prabowo Berdialog soal Indonesia Gelap, Asalkan Live dan Tak Dipotong

Pengajar Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari siap menerima ajakan Presiden Prabowo Subianto untuk bergialog soal Indonesia Gelap.

Tribunnews/Jeprima
AKSI INDONESIA GELAP - Sejumlah massa aksi menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2025). Sejumlah peserta aksi Indonesia Gelap tersebut membawa poster berisi tuntutan dan kritikan kepada pemerintah Prabowo-Gibran. Tribunnews/Jeprima. Pengajar Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari siap menerima ajakan Presiden Prabowo Subianto untuk bergialog soal Indonesia Gelap. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengajar Fakultas Hukum Universitas Andalas menanggapi soal ajakan Presiden Prabowo Subianto yang ingin berdialog dengan tokoh-tokoh yang menyuarakan 'Indonesia Gelap.'

Diketahui Feri juga merupakan salah satu tokoh yang lantang menyuarakan Indonesia Gelap.

Menanggapi ajakan Prabowo itu, Feri mengaku siap dan menerima ajakan berdialog tersebut.

Namun Feri menginginkan dialog ini ditayangkan secara live streaming dan disiarkan utuh tanpa ada yang dipotong.

Feri juga ingin agar Prabowo bisa siap dan menerima untuk didebat terkait Indonesia Gelap ini.

"Kalau dialognya di-(live) streaming tanpa dipotong, boleh. Pak Prabowo harus siap dan menerima untuk didebat," kata Feri dilansir Kompas.com, Selasa (8/4/2025).

Lebih lanjut Prabowo pun membeberkan apa saja yang akan disampaikan kepada Prabowo ketika bertemu.

Pertama, Feri akan menyampaikan bahwa Prabowo, menurutnya, tidak pernah melanjutkan setiap pernyataan dengan langkah konkret yang jelas.

"Yang mau saya sampaikan, setiap omongan Anda (Prabowo) tidak pernah ada langkah konkret yang jelas. Coba jelaskan langkah-langkah kebijakan Anda dengan terstruktur," ungkap Feri.

Kedua, Feri ingin menanyakan soal alasan Prabowo yang dinilainya justru melanjutkan kebijakan menyusun undang-undang (UU) serampangan.

Feri pun menilai Prabowo kini justru melanjutkan kebijakan pembuatan UU yang melanggar konstitusi.

Baca juga: Pengamat Nilai Pertemuan Tertutup Prabowo-Megawati untuk Jaga Perasaan Pihak Solo

Ia juga menuntut Prabowo untuk bisa banyak mendengarkan publik.

"Dan kapan Anda belajar mendengarkan publik lebih banyak?" imbuh Feri.

Ketiga, Feri menantang Prabowo untuk bisa lebih bersikap tenang saat berdiskusi.

Seperti dengan tidak memukul meja saat melakukan diskusi.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan