Rabu, 3 Juni 2026

Pertemuan Prabowo dengan Megawati

Budi Gunawan, Dasco, dan Sketsa Rekonsiliasi Nasional Prabowo-Megawati

Amir mengungkapkan bahwa sosok Sufmi Dasco Ahmad memiliki peran penting dalam mempertemukan Prabowo dan Megawati.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS/IST
PRABOWO KUNJUNGI MEGAWATI - Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, pada Senin (7/4/2025) malam, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pertemuan kedua tokoh ini adalah silaturahmi Hari Raya Idul Fitri. 

“Pak BG adalah tokoh intelijen yang memiliki jejaring luas dan kemampuan membaca peta politik secara presisi. Kehadirannya menunjukkan bahwa ada niat baik dan kalkulasi matang dalam proses rekonsiliasi ini,” beber Amir.

Amir menyebut konfigurasi baru ini sebagai potensi “koalisi kebangsaan” yang bukan hanya pragmatis secara politik, tetapi juga strategis dalam menjaga stabilitas nasional.

Meski pertemuan ini membuka peluang besar untuk kerja sama lintas partai dalam membangun bangsa, Amir mengingatkan bahwa tantangannya tidak sedikit.

“Peluangnya adalah lahirnya pemerintahan yang kuat dan inklusif. Tapi tantangannya adalah bagaimana menyatukan visi, mengelola ego elite, dan menjawab ekspektasi publik yang tinggi,” kata Amir.

Ia juga mengingatkan bahwa rakyat Indonesia akan melihat sejauh mana rekonsiliasi ini benar-benar membawa manfaat nyata, bukan hanya elitis di atas permukaan.

“Apakah ini akan menjadi langkah menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan atau sekadar pencitraan sesaat? Itu akan diuji oleh waktu dan kebijakan yang lahir ke depan,” kata Amir.

Amir Hamzah menutup pandangannya dengan menyerukan pentingnya menjaga semangat kebangsaan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Kalau elite politik bisa duduk bersama, mengesampingkan masa lalu, dan menyusun agenda kebangsaan secara kolektif, maka bangsa ini punya harapan besar untuk menjadi kekuatan baru di kawasan maupun dunia,” ujarnya.

Pertemuan Prabowo dan Megawati bisa jadi bukan hanya peristiwa Lebaran biasa, melainkan awal dari babak baru politik nasional yang lebih matang, inklusif, dan strategis.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved