Minggu, 31 Agustus 2025

Ijazah Jokowi

5 Poin Pernyataan UGM soal Ijazah Jokowi: Klaim Punya Dokumen Lengkap hingga Tegas Tak Akan Terlibat

UGM memberikan penjelasan terkait polemik ijazah Jokowi, klaim punya dokumen lengkap hingga pastikan tak akan terlibat.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudi
POLEMIK IJAZAH JOKOWI - Joko Widodo saat libur Lebaran 2025. Pada Selasa (15/4/2025), UGM memberikan penjelasan terkait polemik ijazah Jokowi, klaim punya dokumen lengkap hingga pastikan tak akan terlibat. 

TRIBUNNEWS.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, memberikan tanggapan mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Tanggapan ini disampaikan setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi Fakultas Kehutanan UGM untuk meminta klarifikasi terkait ijazah Jokowi, Selasa (15/4/2025).

Setidaknya, ada lima poin dalam pernyataan resmi UGM.

Pertama, Wening memastikan, Jokowi benar adalah mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dan telah menyelesaikan studinya.

"Dalam kapasitas kami UGM, memberikan informasi bahwa Joko Widodo itu tercatat dari awal sampai akhir melakukan tridharma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada," jelas Wening dalam keterangannya, Selasa, dilansir Kompas.com.

Kedua, Wening memastikan ijazah UGM yang dikantongi Jokowi adalah asli.

Baca juga: Roy Suryo Ungkap Kejanggalan Skripsi Jokowi yang Diperlihatkan UGM: Tak Ada Lembar Pengesahan

Ia mengklaim UGM memiliki dokumen lengkap terkait keaslian ijazah Jokowi, termasuk surat kelulusan dari SMA.

"Kami memiliki bukti-bukti, surat-surat, dokumen-dokumen yang ada di Fakultas Kehutanan," ujarnya.

"Misalnya, kami memiliki ijazah STTB waktu SMA, kemudian dokumen-dokumen lain, termasuk proses verbal ketika ujian skripsi," imbuh dia.

Ketiga, bukti terkait Jokowi menjadi mahasiswa UGM juga terlihat lewat rekan-rekan seangkatan ayah tiga anak tersebut.

Wening mengatakan rekan-rekan seangkatan Jokowi ikut hadir dalam audiensi dengan perwakilan TPUA.

Ia menyebut rekan-rekan Jokowi itu membawa skripsi, foto, hingga ijazah kelulusan.

"Kebetulan banyak sekali yang hadir, satu angkatan. Terutama yang wisudanya bersamaan, itu pada hadir dan mereka juga membawa skripsi-skripsi yang juga dilihat oleh beliau-beliau (perwakilan TPU)."

"Tadi juga mereka (rekan-rekan seangkatan Jokowi) membawa foto-foto dokumen-dokumen," tutur Wening.

Keempat, Wening menegaskan UGM berada dalam posisi netral.

Ia memastikan pernyataan yang disampaikannya bukan berarti UGM memihak pada salah satu kubu, melainkan hanya menjelaskan berdasarkan dokumen yang ada.

"Menjelaskan sebagai sebuah lembaga yang memiliki dokumen, ini mahasiswa kami dulu atau tidak, lulus atau tidak."

"Itu sudah kami jelaskan dan Joko Widodo itu lulus pada 5 November 1985. Sesuai dengan catatan di dokumen Fakultas Kehutanan," terang dia.

Kelima, Wening menyatakan UGM tidak akan terlibat dalam polemik ijazah Jokowi, terutama di media sosial.

Ia kembali menegaskan, pernyataan mengenai ijazah Jokowi berdasarkan data-data yang dimiliki UGM.

"Kita tidak akan masuk ke dalam polemik, terutama polemik di sosial media."

"Dasar kami bukan interpretasi pada apa yang disampaikan orang satu ke orang lain, tapi dasar kami adalah data yang kami punya," tegas dia.

Roy Suryo: Kami Tidak Berkesempatan Lihat Ijazah Jokowi

Sementara itu, pakar telematika yang menjadi perwakilan TPUA dalam audiensi bersama UGM, mengaku tidak mendapat kesempatan melihat ijazah asli Jokowi.

Meski demikian, Roy menyebut beberapa pihak dari Kota Solo, Jawa Tengah, akan mencoba melihatnya seara langsung.

"Kami tidak bisa melihat ijazah asli karena memang tidak disimpan di kampus. Informasinya, rekan kami di Solo besok akan mencoba melihatnya langsung," kata dia setelah audiensi, Selasa, dikutip dari TribunJogja.com.

Tetapi, Roy mengakui ia dan dua perwakilan TPUA lainnya, diperlihatkan salinan skripsi Jokowi oleh UGM.

Namun, Roy menyebut ada kejanggalan dari skripsi Jokowi itu.

 Namun, menurutnya, ada beberapa kejanggalan dalam skripsi Jokowi, termasuk mengenai lembar pengesahan yang disebut Roy tak ada.

"Benar bahwa skripsi itu ada. Tapi, kami melihat ada perbedaan font antara bagian awal dan isi."

"Juga tidak ada lembar pengesahan dari dosen penguji, dan tidak terdapat nama pembimbing yang disebut sebelumnya, seperti Kasmojo," jelas Roy.

Roy juga menyebut ada perbedaan ketikan di dalam skripsi Jokowi.

Pada bagian batang tubuh skripsi, diketik menggunakan mesin tik biasa.

Sementara, bagian depan skripsi, diketik menggunakan cetakan yang menurut Roy, tak sesuai pada zamannya.

"Yang jelas skripsinya Jokowi itu memang ada perbedaan ketikan, antara ketikan batang tubuh yang diketik dengan mesin tik biasa, dan di depan itu dengan cetakan yang tidak pada zamannya," tutur Roy.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Roy Suryo dan TPUA Kunjungi UGM, Lihat Langsung Skripsi Jokowi

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, TribunJogja.com/Ardhike Indah, Kompas.com/Wijaya Kusuma)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan