Senin, 8 Juni 2026

Pemerintahan Prabowo Gibran

Respons 7 Tokoh soal Isu Matahari Kembar, Jokowi hingga Mensesneg

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membantah isu matahari kembar, sebut tokoh yang pernah mengunjunginya, hanyalah silaturahmi Lebaran.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunnews/Taufik Ismail
ISU MATAHARI KEMBAR - Presiden ke-7 RIJoko Widodo (Jokowi) menjenguk cucu keenamnya yang baru lahir di Rumah Sakit Bunda, Jakarta, Rabu, (16/10/2024). Joko Widodo (Jokowi) membantah isu adanya matahari kembar, sebut tokoh yang pernah mengunjunginya, hanyalah silaturahmi Lebaran. 

"Jadi sesuatu yang wajar sebenarnya, tidak perlu dikhawatirkan, dan kita mesti membedakan yang betul-betul silaturahmi atau acara kemanusiaan, atau mana yang berbau politik," kata Sarmuji, dalam tayangan YouTube Kompas TV, Minggu (13/4/2025). 

"Jangan semua dikaitkan politik. Kalau nanti semua ditarik ke dalam politik, nanti orang nggak mau silaturahmi, nanti nggak enak sama Istana," lanjutnya. 

Ia mengatakan, wajar jika para menteri kabinet Prabowo bersilaturahmi ke Jokowi.

Mengingat, Jokowi adalah sosok yang dianggap sebagai orang tua sekaligus atasan mereka selama menjabat.

Sarmuji pun mengajak semua pihak untuk memandang peristiwa ini secara proporsional.

Baca juga: Duduk Perkara Munculnya Istilah Matahari Kembar di Pemerintahan Saat Ini

Mencuatnya Isu Matahari Kembar

Sebagai informasi, istilah Matahari Kembar bermula dari kunjungan silaturahmi sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo, pada Jumat (11/4/2025) siang.

Kunjungan tersebut, berlangsung dalam suasana Lebaran.

Dimulai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, kemudian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Setelah pertemuan tersebut, Trenggono menyampaikan terkait pertemuannya dengan Jokowi.

“Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” ungkap Trenggono kepada awak media.

Hal senada juga disampaikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

“Silaturahmi karena Pak Jokowi kan bosnya saya. Jadi, saya sama Ibu mau silaturahmi, mohon maaf lahir dan batin. Juga, saya minta doakan supaya Pak Presiden dan Ibu itu sehat,” ucap Budi.

Lantas, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menilai silaturahmi di momen Lebaran merupakan hal yang sah, namun ada pesan penting yang harus diperhatikan.

“Yang pertama tentu silaturahmi tetap baik tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” katanya. 

Mardani menekankan pentingnya menjaga kewibawaan sosok pemimpin tertinggi negara, yaitu Presiden Prabowo Subianto dalam sistem pemerintahan.

"Bagaimanapun, presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya. Saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi,” ungkap Mardani.

“Namun, yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja sudah berat, apalagi kalau dua,” lanjutnya. 

Merespons hal tersebut, Juru Bicara DPP PKS, Mabruri, menegaskan pernyataan Mardani ini adalah pernyataan pribadi tidak mewakili PKS.

"Statement Mardani masalah ada matahari kembar adalah pernyataan pribadi. Tidak mewakili PKS," kata Mabruri dilansir Tribun Jakarta, Senin (14/4/2025).

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Di Solo, Jokowi Bantah Isu Matahari Kembar di Indonesia: Matahari Hanya Satu yaitu Presiden Prabowo

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Milani, Hasanudin Aco, TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto, Kompas.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved