Mati Listrik di Bali
Bali Blackout, Presiden Prabowo Minta Maaf, Jubir Presiden Telepon Dirut PLN
Bali Blackout, Presiden Prabowo minta maaf atas pemadaman listrik besar-besaran, Jubir Presiden telepon Dirut PLN.
Adapun beberapa tujuan masyarakat mencari pencahayaan adalah supermarket dan minimarket.
Parkiran dan tempat duduk di tempat ini pun penuh, bahkan tak sedikit yang duduk di emperan.
I Wayan Durpa, seorang warga Ubud mengatakan, sejak bertahun-tahun baru kali ini listrik padam lama.
Dirinya pun tidak melakukan persiapan terkait hal ini, lantaran listrik padam mendadak.
Pihaknya pun cukup jengkel terhadap hal ini, lantaran bertepatan dengan persiapan Hari Raya Kuningan.
"Mau kesal, tapi informasi dari PLN, ini karena masalah yang tidak terduga," ujarnya.
Informasi dihimpun Tribun Bali, rupanya tidak semua listrik padam dalam durasi lama.
Beberapa tempat, seperti di kawasan Jalan Raya Peliatan sebagian listrik sudah hidup sejak pukul 18.00 Wita.
Listrik padam lebih dari delapan jam terjadi di pemukiman warga sepanjang Jalan Raya Sayan ke arah Sukawati dan Payangan.
Hotel dan Fasilitas Pariwisata Masih Terselamatkan oleh Genset
Beruntung, sebagian besar hotel dan akomodasi di Bali telah dilengkapi dengan genset.
Hal ini membantu mencegah gangguan besar terhadap kenyamanan tamu selama listrik padam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan bahwa pemadaman kemungkinan akan berlangsung selama sekitar lima jam, dan saat ini sistem kelistrikan perlahan mulai dinyalakan kembali dari Pesanggaran dan pembangkit lain yang ada di Bali.
Insiden blackout massal di Bali menjadi sorotan tidak hanya secara lokal, tapi juga internasional.
Meski kondisi mulai normal kembali, pemadaman ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur energi, terutama di destinasi wisata kelas dunia seperti Bali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kolase-prabowo-dan-bali-blackout.jpg)