Minggu, 31 Agustus 2025

Hercules Dibela Hendropriyono, tapi Tetap Diminta Evaluasi GRIB

Hendropriyono serukan Hercules untuk mendengarkan masukan dari para purnawirawan TNI, ia juga membela agar Hercules tidak dihujat publik

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Rosario de Marshall alias Hercules rampung diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/3/2023). Ia kini berpolemik dengan para purnawirawan TNI 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono meminta masyarakat untuk tidak menghujat Hercules, Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB).

Ia menilai bahwa baik Hercules maupun masyarakat perlu melakukan introspeksi diri.

Hendropriyono mengungkapkan bahwa Hercules seharusnya mendengarkan masukan dari para purnawirawan TNI.

Sementara purnawirawan TNI dan masyarakat diharapkan tidak melemparkan hujatan kepada Hercules.

"Dia (Hercules) jadi kayak begini (disebut seperti seorang preman) kan akibat dari kita, kondisi masyarakat kita secara sosial ekonomi, akhlak kejiwaan, rasa kebangsaan, rasa profesionalisme kita membentuk dia."

"Kok, jadi seperti ini. Di mana salahnya? Ini lah yang harus kita pikirkan untuk memperbaiki dan rasanya dia itu patut merubah organisasinya menjadi bagaimana yang diharapkan oleh para purnawirawan semua dan rakyat," kata Hendropriyono pada Sabtu (4/5/2025) dilansir Tribun Jakarta.

Hendropriyono juga menegaskan bahwa Hercules adalah anak bangsa yang memiliki jasa bagi Indonesia, terutama saat bertugas di Timor Timur.

Saat konflik itu terjadi, Timor Leste melepaskan diri dari Indonesia, banyak orang yang pindah ke sana berganti kewarganegaraan, tetapi Hercules tetap setia kepada Republik Indonesia.

"Dalam kebersamaannya dengan kita di medan pertempuran, itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung, dia kan orang berkaki buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu," kata Hendropriyono.

Untuk itu, ia mengingatkan bahwa jika publik terus menghujat Hercules, hal tersebut sama saja dengan membunuhnya secara perdata.

"Kalau kita ramai-ramai menghujat, itu kan namanya membunuh secara perdata," tegasnya.

Baca juga: Hendropriyono Minta Publik Tak Hujat Hercules, tapi Ingatkan GRIB Patut Berubah

Dengan demikian, Hendropriyono menyerukan agar semua pihak, termasuk Hercules dan masyarakat, dapat berbenah untuk menciptakan suasana yang lebih baik.

Polemik Hercules

Sebelumnya, Hercules sempat menghina purnawirawan Jenderal TNI Bintang Tiga yang juga mantan Gubernur Jakarta (1997-2007), Sutiyoso, bau tanah.

Alasannya, Hercules tidak terima Sutiyoso menilai ormas berperilaku preman.

Sutiyoso pun dukungan revisi Undang-Undang Organisasi Masyarakat (UU Ormas) yang wacananya digulirkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan