Jumat, 8 Mei 2026

Prabowo Melayat Eddie Nalapraya: Perpisahan Seorang Murid kepada Guru Silat Indonesia

Di hadapan jenazah sang tokoh silat yang disemayamkan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Presiden memanjatkan doa

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Kompas.com/Fika Nurul Ulya
TOKOH PENCAK SILAT - Presiden Prabowo Subianto melayat mantan Wakil Gubernur Jakarta periode 1984-1987 dan tokoh pencak silat Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya di Padepokan Pencak Silat, Jakarta Timur, Selasa (13/5/2025). Eddie Nalapraya wafat pada usia 93 tahun.  

Pada 1965, ia menjadi komandan Kosatgas, pasukan pengamanan Panglima Angkatan Darat saat itu Jenderal Soeharto. Ia tetap dipercaya menjadi 

Kepemimpinannya dari akhir tahun 1970-an hingga awal tahun 2000-an mengubah pencak silat dari praktik budaya lokal menjadi olahraga dan warisan budaya yang diakui secara global.

Setelah adanya peristiwa Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) pada 1966 yang mengukuhkan posisi Soeharto sebagai Presiden RI, Nalapraya tetap dipercaya sebagai menjadi komandan keamanan pribadi sang presiden hingga 1974.

Ia diangkat sebagai kepala staf Kodam Jaya periode 1980-1983.

Kariernya di militer terus moncer hingga akhirnya dia dipilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987.

Atlet pencak silat peraih emas kategori tanding putra kelas C Hanifan Yudani Kusumah ajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto berpelukan bersama, di GOR Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/8/2018). 
Atlet pencak silat peraih emas kategori tanding putra kelas C Hanifan Yudani Kusumah ajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prabowo Subianto berpelukan bersama, di GOR Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/8/2018).  (Instagram.com/prabowo)

Selepas dari militer, Nalapraya dipercaya menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) RI periode 1998-2003 era Presiden RI B J Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri.

Sementara di dunia olahraga, Nalapraya mengawali karier sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Jakarta, badan pengurus pencak silat nasional pada 1978 hingga 1982.

Keberhasilannya di Jakarta menyebabkan ia diangkat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat IPSI periode 1979 hingga 2003.

Salah satu pencapaian Nalapraya yang paling signifikan adalah pendirian Federasi Pencak Silat Internasional (PERSILAT) pada Maret 1980. 

Meskipun Nalapraya ingin mengundurkan diri sejak awal 1993, niatnya selalu ditolak dan ia terus dipilih kembali sebagai pemimpin IPSI dan PERSILAT karena kontribusi serta kepercayaan yang besar dari para anggotanya. Pada akhir masa jabatannya tahun 2003, ia mencalonkan Rachmat Gobel sebagai pengganti, namun Gobel mundur setelah Prabowo Subianto menyatakan pencalonan. Prabowo akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IPSI, sementara Gobel menjadi Ketua Harian.

Adapun Prabowo terpilih sebagai Ketua Umum IPSI mulai periode 2007-2011, 2016-2020 dan 2021-2025. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved