Jumat, 29 Agustus 2025

Ketua MPR Sebut Penulisan Ulang Sejarah Perlu Didukung: Tak Ada Kebenaran Final dalam Sejarah

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa upaya menulis ulang atau memperkaya sejarah nasional patut didukung.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dodi Esvandi
Tribunnews/Igman Ibrahim
SARASEHAN GEOPOLITIK - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, saat membuka Sarasehan Geopolitik yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025), 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan bahwa upaya menulis ulang atau memperkaya sejarah nasional patut didukung.

Ia menegaskan dalam sejarah tidak ada kebenaran yang bersifat final.

“Semua upaya yang dimaksudkan untuk memperkaya sejarah nasional kita, sejarah pergerakan kita, saya kira itu kita sambut dengan baik, kita sambut dengan gembira,” kata Muzani ditemui usai acara Sarasehan Geopolitik BPIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Menurut Muzani, setiap pihak berhak menuliskan sejarah dari sudut pandang yang berbeda. Perbedaan versi sejarah justru dianggap sebagai bentuk kekayaan pemikiran dalam memahami perjalanan bangsa.

“Karena sejarah memiliki versinya masing-masing, tidak ada kebenaran secara final,” tegasnya.

Ia menyebut selama ini berbagai instansi, kelompok, maupun individu telah menyumbangkan banyak perspektif dalam penulisan sejarah.

Hal itu disebutnya sebagai bentuk ikhtiar untuk memperkaya khazanah sejarah kebangsaan Indonesia.

“Karena itu semua ikhtiar yang dilakukan oleh berbagai macam instansi, perorangan, kelompok, menulis apapun, bagi kami adalah upaya memberi pengkayaan terhadap sejarah kebangsaan kita,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan