Banggar DPR Beri Catatan Kritis usai Sri Mulyani Paparkan RAPBN 2026
Ketua Banngar DPR Said Abdullah menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kebijakan fiskal dan postur awal RAPBN 2026.
Pemerintah perlu merevitalisasi sektor industri dengan menyiapkan ekosistem industri yang menopangnya seperti tenaga kerja, dukungan pendanaan, riset dan pengembangan teknologi, serta dukungan fiskal," ungkapnya.
Dia juga mengkritisi target pengangguran dan gini rasio dalam RAPBN 2026 yang dianggap kurang progresif.
"Pada akhir tahun 2024 tingkat pengangguran 4,76 persen, sedangkan gini ratio 0,381. Sedangkan target RAPBN 2026 tingkat pengangguran 4,44 - 4,96 persen, dan gini ratio 0,377-0,380."
"Angka ini menunjukkan tidak ada target yang baik bagi menambah lapangan kerja bagi para pengangguran dan pengurangan kesenjangan sosial," imbuh Said.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Keterangan-Pers-Sri-Mulyani-Terkait-Efisiensi-Anggaran_20250214_212016.jpg)