Mutasi dan Promosi Polri
Profil Kombes Dicky Sondani, Wakapolda Bengkulu yang Baru, Polisi Pertama Umumkan Soeharto Wafat
Kombes Pol Dicky Sondani mendapat promosi menjadi Wakapolda Bengkulu, segera naik pangkat menjadi Brigjen, dulu kabarkan Soeharto wafat
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Sri Juliati
Dikutip dari Kompas.com, ia menjadi penanggung jawab keamanan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat Soeharto dirawat.
Sehari sebelum Pak Harto meninggal, Dicky Sondani pulang ke kantornya, Mapolsek Kebayoran Baru yang berjarak 1 Km dari rumah sakit.
Ia hendak beristirahat setelah seharian di RSPP dan dua minggu tak pulang ke rumah karena harus bersiaga.
Malam itu, Dicky Sondani bisa bernapas lega karena dokter yang merawat Soeharto mengatakan, kondisi presiden ke-2 itu membaik.
Bahkan kondisi Soeharto semakin meningkat dan diperkirakan pada Selasa, Pak Harto sudah bisa duduk bagus.
Meski dokter berkata demikian, tapi Dicky Sondani tetap tak pulang ke rumah dan memilih beristirahat di kantor.
Keesokan hari, istri Dicky Sondani mengajaknya kondangan ke pesta pernikahan saudaranya.
Merasa pengamanan di RSPP mulai longgar, Dicky Sondani mengiyakan permintaan sang istri dan segera berganti kemeja batik.
Namun rencana kondangan itu urung dilakukan. Sebab tak lama, ponsel Dicky Sondani berdering.
Dokter kepresidenan menghubungi Dicky Sondani dan memberi tahu bahwa kondisi Pak Harto kembali memburuk.
Dicky Sondani segera mengganti kemeja batiknya dan langsung meluncur ke RSPP.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Dicky Sondani tiba di RSPP dan dokter mengatakan, kondisi Pak Harto semakin menurun.
Bahkan, dokter menyebut wafatnya Pak Harto tinggal menunggu waktu.
"Saya ingat sekali saya lima kali bolak-balik, keluar masuk rumah sakit," kata dia dalam sebuah wawancara, Selasa (26/1/2016).
"Nah, pas masuk ke rumah sakit yang terakhir, dokter menyatakan bahwa Pak Harto sudah meninggal dunia," tambahnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.