Selasa, 7 April 2026

BWI: Santri dan Pesantren Episentrum Gerakan Perwakafan Nasional

Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Pondok Pesantren Cipasung dan Yayasan Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung menggelar Waqf Goes to Pesantren.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
HandOut/IST
POTENSI WAKAF - Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Pondok Pesantren Cipasung dan Yayasan Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung menggelar Waqf Goes to Pesantren (WGTP) Rabu (28/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Wakaf Indonesia (BWI) bersama Pondok Pesantren Cipasung dan Yayasan Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung menggelar Waqf Goes to Pesantren (WGTP) Rabu (28/5/2025). 

Wakil Ketua BWI, KH Tatang Astarudin mengungkapkan betapa besarnya potensi wakaf di pesantren yang memiliki jutaan santri.

Sehingga pesantren menjadi episentrum gerakan perwakafan nasional.

"Wakaf ini potensi besar dan pesantren adalah salah satu episentrum gerakan perwakafan nasional," kata Kiai Tatang melalui keterangan tertulis, Rabu (28/5/2025)

Menurutnya, menggerakkan pesantren sebuah langkah strategis untuk menggerakkan kembali daerah, terutama berkaitan dengan fundraising perwakafan. 

Melalui kegiatan WGTP, Kiai Tatang berharap dapat semakin menguatkan dan menyadarkan gerakan wakaf yang potensinya besar di pesantren.

Ia mengungkapkan bahwa di Indonesia ada sekitar 42.000 pesantren, bahkan jumlahnya lebih. 

Artinya pesantren memiliki potensi wakaf yang besar. Selain itu, ada 8 juta santri di seluruh Indonesia ditambah jumlah alumni pesantren yang jumlahnya sangat banyak.

"Sebut saja sebanyak satu juta santri atau alumni pesantren berwakaf Rp 1 juta dalam sebulan, maka bisa sampai Rp 1 triliun per bulan, dalam setahun Rp 12 triliun," ujar Kiai Tatang.

Melihat potensi tersebut, BWI mengatakan bahwa tugas yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana menggerakkan potensi wakaf di pesantren

Serta bagaimana melakukan penyadaran dan membangkitkan gerakan wakaf

"Karena konsep wakaf di pesantren sudah selesai tinggal hari ini gerakannya infrastrukturnya sistemnya yang memudahkan pesantren melakukan gerakan wakaf," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung, KH Acep Adang Ruhiat menyambut baik gagasan kegiatan WGTP. Selama ini pesantren melalui para santrinya hanya berbagi ilmu kepada masyarakat. 

Ia menegaskan, sekarang saatnya para santri berbagi dalam bentuk yang lebih nyata yaitu dengan wakaf uang.

Mudah-mudahan bisa menghimpun dana wakaf uang dari santri-santri yang ada.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved