Minggu, 31 Agustus 2025

 Program Sekolah Rakyat Resmi Bergulir, Diharapkan Jadi Pusat Keunggulan Komunitas

Program Sekolah Rakyat resmi dimulai pada tahun ajaran baru 2025–2026.

dok. DPD RI
SEKOLAH RAKYAT - Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris, menyambut baik peluncuran program Sekolah Rakyat. /Foto.dok 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Sekolah Rakyat resmi dimulai pada tahun ajaran baru 2025–2026, dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar serentak di 63 titik di seluruh Indonesia. 

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan merupakan inisiatif pendidikan berbasis asrama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris, menyambut baik peluncuran program ini.

Ia menilai Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari keluarga yang rentan terhadap kemiskinan struktural.

Fahira menekankan pentingnya tiga dimensi utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yakni pendidikan akademik yang adaptif dan berbasis digital, penguatan karakter dan kepemimpinan, serta pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan minat dan bakat siswa.

Ia juga menyampaikan harapan agar Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi solusi sementara atas keterbatasan akses pendidikan tetapi berkembang menjadi institusi transformatif yang berakar kuat di tengah masyarakat.

"Sekolah ini seharusnya tidak hanya menjadi tempat belajar-mengajar, tetapi juga pusat keunggulan berbasis komunitas yang mampu menumbuhkan calon pemimpin masa depan yang memahami konteks sosial dan budaya mereka," katanya, Senin (14/7/2025).

Dengan model pendidikan inklusif yang mengintegrasikan teknologi, pendekatan personal, dan pendidikan karakter yang terstruktur, Fahira menilai Sekolah Rakyat bisa menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi secara nasional, terutama di wilayah tertinggal.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini berpotensi menjadi simbol pembaruan sistemik dalam pendidikan Indonesia, yang membuktikan bahwa inovasi tidak harus bersumber dari pusat kota atau sekolah elite, tetapi bisa lahir dari sekolah-sekolah di pinggiran.

Selain itu, Fahira berharap Sekolah Rakyat mampu menjadi sarana pemersatu sosial yang membuka peluang mobilitas vertikal.

Menurutnya, sekolah ini harus memberikan pijakan yang setara bagi seluruh anak-anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Ia menekankan pentingnya pengawasan, kritik konstruktif, serta dukungan kolektif terhadap keberlangsungan program ini agar tujuan pendidikan yang memanusiakan dapat tercapai.

"Semoga dari semua Sekolah Rakyat yang tersebar di Indonesia, lahir generasi pembaru yang bukan hanya cerdas, tetapi juga adil dan peduli," ujar Fahira Idris.
 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan