Mendikdasmen Bantah MPLS di Tangsel Diblokir Warga: Sudah Kami Selesaikan
Menteri Abdul Mu’ti bantah kabar pemblokiran pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) oleh warga di Tangsel
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, membantah kabar pemblokiran pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) oleh warga di Tangerang Selatan.
Abdul Mu'ti mengatakan permasalahan MPLS di Tangerang Selatan sudah diselesaikan oleh Kemendikdasmen.
"Jadi informasi yang beredar di medsos bahwa ada sekolah yang diblokir, tidak bisa MPLS itu tidak benar. Sudah semuanya kami selesaikan," ujar Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di SMAN 39 Jakarta Timur, Rabu (16/7/2025).
Tim dari Kemendikdasmen, kata Abdul Mu'ti, telah diterjunkan untuk mengawal pelaksanaan MPLS pada sejumlah sekolah di Tangsel.
Pelaksanaan MPLS di Tangsel, menurut Abdul Mu'ti, telah berlangsung dengan lancar.
"Malam sebelum pelaksanaan MPLS, tim kami semuanya turun ke lapangan. Di SMA Negeri 3, SMA Negeri 6, SMA Negeri 8, SMA Negeri 10. Semua sudah terselesaikan dan Alhamdulillah ini berjalan dengan lancar," ucapnya.
Baca juga: 5 Contoh Pidato Penutupan MPLS 2025, Dibaca oleh Kepala Sekolah untuk Siswa Baru
Abdul Mu'ti rencananya bakal meninjau secara langsung pelaksanaan MPLS di Tangsel.
"Mungkin kalau ada waktu besok saya akan meninjau ke sana, yang di Tangerang Selatan," katanya.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen
Gogot Suharwoto memastikan tidak ada gangguan terhadap MPLS di Tangsel.
Salah satu sekolah, kata Gogot, menjalani MPLS secara daring pada hari pertama.
Pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan Provinsi Banten telah diterjunkan untuk membantu jalannya MPLS.
"Hanya ada satu sekolah yang daring di hari pertama. Hari kedua, setelah saat kemarin kita sudah pastikan mereka MPLS," tuturnya.
Baca juga: MPLS Resmi Dimulai, Pemkab Bogor Sukses Wujudkan Sekolah Rakyat
Sebelumnya dikabarkan warga menutup akses utama menuju dua sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten sejak Kamis (3/7/2025).
Aksi ini merupakan imbas dari permasalahan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili yang terjadi di SMAN 6 Tangsel.
Namun pemblokiran jalan di kawasan Pamulang ini juga berdampak terhadap SMPN 17 Tangsel yang lokasinya berdekatan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.