Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI
Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tetap Stabil Meski Sempat Diguncang Demo Berujung Rusuh
Presiden Prabowo mengklaim ekonomi Indonesia tetap stabil meski sempat diguncang demo yang berujung rusuh.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Presiden RI Prabowo mengklaim ekonomi Indonesia tetap stabil meski sempat diguncang demo yang berujung rusuh.
Menurut Prabowo, hal ini lantaran adanya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan rasional, dengan mengutamakan selalu kepentingan bangsa dan rakyat di atas kepentingan kelompok.
Baca juga: Menko Yusril Persilakan Para Advokat Bantu 583 Orang Terduga Perusuh Demo Agar Peradilan Setara
"Kemarin ada guncangan demonstrasi yang akhirnya menjadi kerusuhan, tapi ternyata ekonomi kita masih stabil sehingga saya semakin percaya bahwa apabila seluruh elit Indonesia punya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan rasional, dengan mengutamakan selalu kepentingan bangsa dan rakyat di atas kepentingan kelompok, saya percaya kita akan lebih cepat bangkitnya," kata Prabowo dalam pertemuan dengan sejumlah media di Hambalang, Sabtu (6/9/2025).
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan dirinya yakin bahwa fundamental ekonomi dan politik Indonesia cukup kuat dan solid.
Semua indikator ekonomi menunjukkan bahwa terdapat suatu kekuatan di ekonomi Indonesia.
"Semua program yang saya rancang sudah mulai kelihatan hasil nyata. Makan Bergizi Gratis sudah mencapai 25 juta penerima manfaat. Kita berharap sesuai rencana Desember akan sampai 82,9 juta. Kalaupun tidak Desember, saya percaya Januari (2026) akan sampai. Tapi kita tidak grusa-grusu, kita tidak usah terlalu memaksakan diri, kita yakin dengan strategi yang sudah kita tempuh," kata Prabowo.
"Ternyata ekonomi di desa dan kecamatan berkembang dengan pesat, nilai tukar petani meningkat cukup tajam, penghasilan petani naik tentunya. Banyak sekali kemajuan yang kita capai," tambahnya.
Terakhir, Prabowo meminta rakyat untuk dewasa menyikapi narasi-narasi yang beredar yang tidak sesuai dengan keadaan di Indonesia.
"Secara keseluruhan, saya optimis, saya sangat berkeyakinan narasi oleh sementara pihak yang mau menimbulkan kesan seolah-olah rakyat marah dan sebagainya, saya kira rakyat kita itu dewasa, rakyat kita itu memang banyak masih merasakan kekurangan, itulah yang kita bersama-sama ingin atasi," pungkasnya.
Rusuh di DPR 2 Hari
Sebelumnya aksi unjuk rasa menolak tunjangan berlebih anggota DPR berlangsung ricuh di depan Gedung DPR/MPR RI pada 25 Agustus 2025.
Aparat menembakkan gas air mata, sementara demonstran melempar batu dan botol, dan membakar ban.
Bahkan, terjadi perusakan fasilitas umum seperti pos polisi dan pembatas busway.
Bentrokan tersebut berlangsung hingga malam hari dengan eskalasi yang signifikan.
Pada sore hari ini 28 Agustus 2025, unjuk rasa mahasiswa dan pelajar juga rusuh di gedung DPR Jakarta.
Mereka beralasan menolak kebijakan tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta untuk anggota DPR serta menuntut keadilan bagi guru honorer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demonstran-Mahasiswa-Bentrok-dengan-Polisi-di-Semanggi_20250830_091540.jpg)