Kamis, 23 April 2026

Reshuffle Kabinet

Angga Raka Pegang 3 Jabatan Sekaligus, Berapa Harta Kekayaannya?

Berikut kekayaan Angga Raka Prabowo yang memegang tiga jabatan sekaligus di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim
ANGGA RAKA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo tiba di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025), menjelang perombakan kabinet atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang menggantikan Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO). 

TRIBUNNEWS.COM - Angga Raka Prabowo merupakan satu dari 11 pejabat yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Rabu, 17 September 2025.

Angga Raka Prabowo dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang menggantikan Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO).

Dengan pelantikan tersebut, kini Angga merangkap tiga jabatan sekaligus di era Presiden Prabowo.

Pertama, ia menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi). 

Angga Raka dilantik sebagai Wamenkomdigi pada 21 Oktober 2024.

Selain itu, Angga Raka Prabowo telah ditunjuk sebagai Komisaris Utama (Komut) Telkom.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Namun, jabatan komisaris bukanlah hal baru bagi Angga. Pada 2021, ia menjadi komisaris di PT Teknologi Militer Indonesia (TMI).

Harta Kekayaan 

Angga Raka Prabowo melaporkan harta kekayaannya pada 19 Januari 2025.

Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterbitkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Angga Raka mempunyai kekayaan sebesar Rp33.106.168.836 (Rp33,1 miliar).

Kekayaannya itu terbagi ke sejumlah aset. Pertama, ialah tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp9.470.000.000.

Baca juga: Setelah Reshuffle, Angga Raka Prabowo Rangkap 3 Jabatan padahal Dilarang MK, Istana Akan Evaluasi

Selanjutnya, Angga Raka memiliki alat transportasi dan mesin berupa dua mobil dan satu motor dengan nilai Rp1.810.000.000.

Dua mobil itu adalah Toyota Yaris Cross tahun 2023 (Rp90.000.000) dan Toyota Vellfire tahun 2024 (Rp1.500.000.000), sedangkan motor, yaitu Yamaha Nmax tahun 2019 (Rp20.000.000).

Aset lain miliknya adalah surat berharga Rp2.122.580.000, kas dan setara kas Rp9.751.684.392, serta harta lainnya Rp9.951.904.444. Angga Raka Prabowo juga diketahui tak memiliki utang.

Pria yang lahir di Jakarta pada 9 September 1989 ini merupakan salah satu orang dekat Presiden Prabowo.

Angga sempat menjadi sekretaris pribadi sekitar tahun 2014-2017.

Pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dirinya sempat dipercaya menjadi Wamenkominfo (sekarang Wamenkomdigi).

Alumnus S1 Hubungan Internasional (HI), Universitas Jayabaya ini bergabung dengan Partai Gerindra pada sekitar tahun 2008.

Saat ini dirinya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Gerindra.

Pada Pilpres 2024, Angga Raka menjabat Direktur Media Kampanye di Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Lantas, bagaimana respons pemerintah atas posisi Angga Raka Prabowo yang rangkap tiga jabatan?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah bakal segera mengevaluasi jabatan yang dipegang Angga Raka.

"Sekarang dengan beliau diminta menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan, nanti akan kita lihat, kita evaluasi," kata Prasetyo di Istana Negara, Rabu.

Menurutnya, evaluasi bakal mempertimbangkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan fungsi jabatan yang diemban Angga.

Hal ini mengingat Angga Raka kini mengepalai Badan Komunikasi Pemerintah yang ruang lingkupnya jauh lebih luas.

"Yang kedua, dari sisi fungsinya. Kalau dalam rangka menjalankan fungsi, contoh misalnya saat ini beliau masih juga menjadi Wamenkomdigi, itu bagian dari menjalankan kedua fungsi ini supaya lebih maksimal gitu," ucap Prasetyo.

Ia menyatakan, sejumlah wakil menteri yang masih merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN sejatinya merupakan bagian dari penugasan.

"Sudah pernah kami sampaikan, bahwa saudara-saudara kita yang menjabat di komisaris itu bagian dari penugasan-penugasan sesuai dengan tugas dan fungsinya," ujar Prasetyo.

(Tribunnews.com/Deni/Rizkianingtyas)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved