Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB, Eks Wakil Menteri Luar Negri RI Bangga, Singgung Absennya Jokowi
Dino Patti Djalal mengaku terharu dan bangga dengan pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80, Selasa (23/9/2025).
TRIBUNNEWS.COM - Pidato yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 pada Selasa (23/9/2025) di New York, Amerika Serikat (AS) tengah menjadi sorotan dan menuai tanggapan sejumlah pihak.
Salah satu tanggapan datang dari Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.
Melalui video yang diunggah di akun Instagramnya, @dinopattidjalal, Rabu (24/9/2025), Dino mengaku terharu sekaligus bangga dengan pidato Prabowo.
"Halo, saya Dino Patti Djalal di New York City. Sebagai speech writer (penulis pidato) dari mantan Presiden SBY, saya merasa bangga dan terharu melihat pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB hari ini (red: Selasa) 23 September 2025," ujar Dino.
Adapun Dino Patti Djalal pernah menjadi juru bicara sekaligus penulis pidato Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat pada 2010-2013.
Dino menilai pidato Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB membawa pesan krusial, bahwa Indonesia telah kembali ke panggung dunia, khususnya soal diplomasi multilateral.
Sebagai informasi, diplomasi multilateral adalah proses negosiasi dan kerja sama antara tiga negara atau lebih, biasanya melalui organisasi regional maupun internasional, seperti PBB, ASEAN, atau G20, untuk mengatasi berbagai isu global seperti perdagangan, keamanan, lingkungan, atau hak asasi manusia (HAM).
Diplomasi multilateral melibatkan banyak pihak untuk mencapai konsensus atau solusi bersama.
"Pesan penting yang dikirim dari pidato Presiden tersebut kepada dunia adalah Indonesia is back in multilateralism diplomacy, Indonesia is back in multilateral diplomacy," katanya.
Menurut Dino, kembalinya Indonesia ke ranah diplomasi global memiliki arti penting lebih lanjut.
Baca juga: Kritik Pidato Presiden Prabowo di PBB, Usman Hamid Dorong Ratifikasi Statuta Roma
Ia pun menyinggung absennya pendahulu Prabowo, yakni Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), secara fisik di forum PBB, termasuk di Sidang Majelis Umum.
Adapun Jokowi tidak pernah secara langsung menghadiri Sidang Majelis Umum PBB selama dua periode kepemimpinannya, 2014-2019 dan 2019-2024.
Ia hanya pernah hadir secara virtual (daring/online) dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2020, 2021, dan 2023 lalu.
Pada Sidang Majelis Umum PBB 2022, Jokowi hanya menugaskan Menteri Luar Negeri RI saat itu, Retno Marsudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Pidato-di-Sidang-PBB_7.jpg)