Minggu, 12 April 2026

Manuver Politik Jokowi

Bukan Faktor Jokowi, Keberhasilan Asta Cita Kunci Prabowo Dua Periode

Realisasi atas Asta Cita menjadi kunci Presiden Prabowo sukses menjadi pemimpin negara Indonesia. 

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman
JOKOWI DAN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto makan malam bersama Presiden ke-7, Joko Widodo, di Omah Semar, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meminta relawannya memberi dukungan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mampu menjalani pemerintahan untuk dua periode.

Menanggapi pernyataan itu, pengamat politik Lembaga Constra Revan Fauzano menilai bukan hanya dukungan dari relawan atau parpol koalisi, realisasi atas Asta Cita menjadi kunci Presiden Prabowo dinilai sukses menjadi pemimpin negara Indonesia. 

Constra berdiri sejak tahun 2025, fokus kajiannya adalah tentang politik dan sistem politik, termasuk menjadi lembaga survei politik.

Revan, lulusan magister ilmu politik Universitas Andalas ini menjelaskan, tersedianya lapangan kerja, keberhasilan ketahanan pangan dan pembenahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan terhadap Prabowo dan berdampak pada Pilpres 2029 mendatang.

Revan menyampaikan sangat wajar bila sebagian pihak berpendapat pernyataan Jokowi agar relawannya memberi dukungan dua priode untuk Presiden Prabowo dan Wapres Gibran memiliki tujuan tertentu.

Hal itu dikarenakan momentum atas persoalan ijazah Jokowi yang hingga kini masih bergulir panas.

Sementara pesta demokrasi baru akan digelar pada tahun 2029. 

“Di tengah masih panasnya isu ijazah palsu tentunya wajar ada dugaan dari sebagian pihak yang menilai Jokowi mencari perlindungan kepada Presiden Prabowo, terlebih Pilpres baru akan berlangsung di tahun 2029, dimana mesin politik baru akan mulai dipanaskan setidaknya di tahun 2027,” kata Revan kepada wartawan, Minggu (28/9/2025).

Revan menjelaskan, dukungan terhadap Prabowo untuk kembali menjadi presiden terpilih pada pesta demokrasi mendatang justru bergantung pada realisasi janji politiknya pada Pilpres 2024 lalu, khususnya yang menyangkut hajat hidup masyarakat.

Beberapa program tersebut diantaranya terkait dengan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, peningkatan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan dan industri kreatif, serta pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. 

“Kami melihat berbagai program saat ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Peningkatan SDM misalnya melalui Sekolah Rakyat yang saat ini terus direalisasikan di berbagai daerah. Sekolah gratis juga saat ini telah banyak diterapkan di sejumlah daerah, terlebih dengan adanya putusan MK. Ada pula program MBG yang niatnya sangat baik dan sangat menolong para pelajar dengan kondisi keluarga berkemampuan menengah ke bawah,” ucap Revan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil, lapangan kerja menjadi salah satu PR terbesar Presiden Prabowo. Semakin sedikit pengangguran dan meningkatnya pendapatan hidup masyarakat kami yakini akan meminimalisir gesekan sosial dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo, Ini yang akan menjadi modal terbesar Prabowo untuk bisa terpilih kembali sebagai presiden di periode mendatang,” sambungnya.

Lebih lanjut Revan memandang program MBG sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo dan dapat berdampak pada Pilpres 2029.

Dengan pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun, publik menaruh harapan besar atas kualitas MBG.

Bahkan di tahun 2026, anggaran MBG di tahun 2026 mencapai Rp 335 triliun.

"Anggaran MBG sangat besar namun hingga kini masih nenyisakan berbagai persoalan di berbagai daerah, khususnya menyangkut kualitas dan sanitasi atas makanan dikonsumsi para pelajar. Pemerintah harus benar-benar melakukan pembenahan terhadap MBG, mulai dari pengawasan dan pelibatan ahli gizi, proses produksi dan bahan baku, hingga distribusi," kata Revan.

"Kualitas dari makanan bergizi dan sehat harus benar-benar diutamakan sehingga para pelajar kita harapkan mampu menjadi generasi unggul. Saya meyakini berhasil atau terkendakanya program MBG akan mempengaruhi kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo," lanjut Revan.

Seperti diketahui MBG mulai diluncurkan sejak tanggal 6 Januari 2025 dan diharapkan memberi manfaat kepada 82,9 juta penerima dengan target siswa-siswi PAUD hingga SMA serta ibu hamil dan menyusui.

Sejak program ini dimulai, sejumlah kasus keracunan mencuat di berbagai daerah.

Data di Posko Cipongkor dan Posko Cihampelas sejak Senin (22/9) sampai Kamis (25/9) mencatat ada 1.315 orang yang mengalami keracunan dengan mayoritas merupakan pelajar SD hingga SMA/SMK. 

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia mencatat sejak program diefektifkan di awal tahun 2025, telah terjadi 6.452 kasus keracunan menu MBG.

Sedangkan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) merilis dari 52 kabupaten/kota di Indonesia jumlah korban keracunan dari MBG sebanyak 7.368 orang. Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah tertinggi korban keracunan dengan jumlah korban mencapai 1.333 orang.

Sementara Badan Gizi Nasional (BGN) merilis per 25 September 2025 terdapat 5.914 korban keracunan program MBG. Rinciannya, Wilayah I (Sumatra) sebanyak 1.307 korban, Wilayah II (Jawa) sebanyak 3.610 korban, dan Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia Timur) sebanyak 997 korban. 

“Melihat masih banyaknya kasus keracunan terjadi dengan jumlah korban sangat besar, ini tentunya harus menjadi perhatian Presiden Prabowo untuk pembenahan program MBG. Bukan hanya persoalan sanitasi, kualitas menu diberikan hingga persoalan pungli pengadaan MBG harus benar-benar diselesaikan,” kata Revan.

Dirinya juga mengingatkan tingginya harapan publik atas program MBG akan berdampak pada tingkat kepercayaan terhadap Presiden Prabowo. 

Usai lawatan ke berbagai negara, Presiden Prabowo yang telah tiba ke Tanah Air memastikan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta sejumlah pejabat terkait guna membahas langkah penanganan dan program MBG yang lebih terarah.

Mengakui masih adanya beberapa kekurangan dalam program MBG, Prabowo memastikan pemerintah akan terus melakukan perbaikan. Prabowo meminta semua pihak untuk tak mempolitisasi persoalan dalam program MBG. 

Baca juga: Motif Politik Arahan Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Pengamat: Malah Tekanan untuk Prabowo

Pernyataan Jokowi

Sebagai informasi, setelah turun dari kursi Presiden RI periode 2014-2019 dan 2019-2024. Jokowi telah mengungkap arah politiknya.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan dukungan kepada pemerintahan Prabowo–Gibran, tak hanya untuk satu periode, tetapi dua periode sekaligus.

Bahkan, Jokowi terang-terangan mengaku sudah lama memberikan arahan kepada relawannya untuk melakukan hal yang sama.

“Sejak awal saya sampaikan seluruh relawan untuk itu,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jumat (19/9/2025), dilansir TribunSolo.

"Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu, untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode," tambahnya.

Dengan statement ini, Jokowi beserta kaum relawannya akan kembali mendukung duet Prabowo–Gibran di pemilihan presiden atau Pilpres yang akan datang, yakni Pilpres 2029.

Pernyataan Jokowi ini terlontar ketika pemerintahan Prabowo–Gibran belum genap berusia satu tahun, dan Pilpres 2029 masih empat tahun lagi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved