Minggu, 10 Mei 2026

Harlah 70 Tahun, Sarbumusi Sodorkan Pemikiran terhadap 3 Draft RUU tentang Ketenagakerjaan

Sarbumusi sodorkan pokok pikiran tiga RUU ketenagakerjaan ke pemerintah dan DPR di Harlah ke-70, dorong perlindungan buruh.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
reza deni
Presiden DPP Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Irham Ali Saifuddin saat menyampaikan sambutannya di Harlah 70 Tahun Sarbumusi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Sarbumusi menyodorkan pemikirannya terhadap 3 draft RUU yang fokus soal tenaga kerja, yakni RUU Ketenagakerjaan, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Pekerja Migran Indonesia/HO-Dokumentasi Sarbumusi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden DPP Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Irham Ali Saifuddin menyodorkan pokok-pokok pikiran terhadap tiga Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang dunia ketenagakerjaan kepada pemerintah RI dan DPR RI.

Sarbumusi adalah sebuah organisasi serikat buruh yang berafiliasi dengan kalangan Islam dan memiliki sejarah panjang dalam gerakan pekerja di Indonesia.

Hal itu dikatakan Irham dalam sambutannya di puncak hari lahir (harlah) ke-70 tahun Sarbumusi di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Adapun Sarbumusi (Syarikat Buruh Muslimin Indonesia) sebuah organisasi serikat buruh yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama (NU), yang berfungsi sebagai badan otonom (Banom) NU yang khusus menaungi dan melindungi para buruh, pekerja, atau karyawan yang merupakan anggota NU. 

Dokumen yang berisi aspirasi mendalam dari para buruh ini mencakup antara lain adalah tentang revisi RUU Ketenagakerjaan, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Pekerja Migran Indonesia. 

Diketahui ketiga draft RUU tersebut masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas tahun 2025.

“Kami akan melakukan upaya apapun agar DPR dan Pemerintah untuk segera meng-goalkan ketiga RUU ini. Terutama RUU Pekerja Rumah Tangga,” kata Irham dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (29/9/2025).

Sarbumusi juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait tantangan serius yang dihadapi dunia ketenagakerjaan Indonesia saat ini, yang mana gelombang deindustrialisasi telah mengakibatkan tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Data kami, lebih dari seratus ribu kasus PHK dalam setahun terakhir. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk bergerak lebih cepat dan lebih solid,” kata dia.

Menanggapi hal itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi sekaligus mendorong tiga draft RUU terkait dunia ketenagakerjaan yang tengah diperjuangkan Sarbumusi tersebut.

"Jadi teman-teman di Sarbumusi, tadi menyebutkan sudah menyiapkan tiga draft rancangan undang-undang. Beberapa itu adalah inisiatif dari DPR. Tentu kami dari pemerintah mengapresiasi. Kita sama-sama mendorong itu," kata Yassierli.

Dia mengaku sebelumnya telah diundang untuk dengar pendapat terkait tentang draft Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk pekerja rumah tangga. Yassier mengatakan pemerintah telah memberikan komitmennya terkait RUU tersebut.

"Kami di pemerintah sudah menyampaikan komitmen kesiapan terkait bagaimana ketika undang-undang itu nanti disahkan," jelaskan.

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah 70 Tahun Sarbumusi, Agung Prastowo, menekankan bahwa penguatan budaya kerja positif adalah pondasi untuk menciptakan pekerja Indonesia yang tidak hanya produktif, tetapi juga berdaya dan bermartabat.

“Harapan kami, di usia yang ketujuh puluh ini, Sarbumusi semakin kokoh sebagai rumah besar yang hangat dan inklusif bagi seluruh buruh Indonesia. Sebuah rumah yang dibangun di atas fondasi budaya, untuk mencapai kemandirian dan keberdayaan,” kata Prastowo.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan sejumlah tokoh-tokoh besar nasional lainnya. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved