Senin, 4 Mei 2026

Seputar Polri

Di Balik Seragam Polisi, Aipda Yanrus Jadi Ayah bagi 150 Anak Panti Asuhan

Perjalanan Aipda Yanrus Pake membuktikan bahwa seorang polisi tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga mimpi generasi muda.

Tayang:
Editor: Content Writer
Dok. Humas Polri
AIPDA YANRUS PAKE - Kanit Samapta Polsek Haharu, Aipda Yanrus Pake, sedang mengajar anak-anak asuhnya. 

TRIBUNNEWS.COM – Bagi Kanit Samapta Polsek Haharu, Aipda Yanrus Pake,  melihat anak-anak bersekolah merupakan kebahagiaan tersendiri.

Adapun anak-anak yang dimaksud merupakan 150 anak yang diasuhnya bersama sang istri, Cristina Sihombing, dalam naungan Yayasan Iman Pengharapan dan Kasih yang terletak di Desa Tanambana, perbatasan Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Tengah.

Lembaga sosial tersebut sudah berdiri lebih dari 25 tahun dan menjadi tempat bernaung bagi ratusan anak dari berbagai latar belakang.

Di yayasan tersebut, anak-anak mendapat tempat tinggal layak dan pendidikan gratis, mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Pertama. Bahkan, beberapa anak berprestasi difasilitasi hingga perguruan tinggi. Sebagian dari mereka kini kembali mengabdi, menjadi tenaga pengajar di sekolah yang didirikan yayasan.

“Kami hanya ingin memastikan mereka punya masa depan. Karena bagi kami, setiap anak berhak mendapat kesempatan yang sama, meski lahir di pelosok dengan segala keterbatasan,” tutur Aipda Yanrus.

Baca juga: Ipda Lanjar Pamuji Hadirkan Pengobatan Alternatif Gratis Lewat Program Jumat Berkah di Kebumen

Lebih dari Sekadar Panti

Bagi Kepala Desa Tanambana, Yehuda Ngadu Jawa, apa yang dilakukan pasangan Yanrus dan Cristina jauh melampaui sekadar pengelolaan panti. “Mereka sangat peka terhadap persoalan sosial, terutama yang menyangkut anak-anak dengan keterbatasan,” ujarnya memberi apresiasi.

“Anak-anak kami bisa sekolah gratis. Ini sesuatu yang luar biasa," timpal tokoh masyarakat setempat, Kornelis P. Retang.

Yayasan ini memang bukan sekadar tempat berteduh. Di sana, anak-anak belajar, bermain, bermimpi, dan menumbuhkan harapan. Dengan kasih sayang yang tulus, Yanrus dan Cristina mengajarkan arti keluarga bagi mereka yang sebelumnya kehilangan pegangan.

Meski bekerja sebagai seorang aparat penegak hukum, kasih sayang dan kehadiran Yanrus bagi anak-anak tak berkurang sedikitpun. 

“Saya sadar, tugas sebagai polisi itu berat. Tapi membimbing anak-anak ini adalah panggilan hati. Kalau mereka bisa tersenyum hari ini, bagi saya itu hadiah terbesar,” ucapnya.

Peran ganda inilah yang membuatnya dihormati, bukan hanya karena seragam cokelat yang melekat di tubuhnya, tetapi karena ketulusan hati yang jarang dimiliki.

Kisah Aipda Yanrus Pake adalah kisah tentang kemanusiaan, tentang seorang polisi yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga mimpi generasi muda. Yayasan Iman Pengharapan dan Kasih yang ia kelola bersama istrinya telah menjadi bukti nyata bahwa cinta dan kepedulian bisa mengubah hidup banyak orang.

Bagi ratusan anak yang diasuhnya, yayasan itu bukan sekadar panti asuhan. Ia adalah rumah harapan, tempat di mana mimpi-mimpi kecil berani tumbuh besar.

Baca juga: Ratusan Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Jatim Jalankan Misi Kemanusiaan

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved