Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis, Swasembada Pangan Nasional di Depan Mata
Produksi padi naik 34 juta ton, kepuasan terhadap Kementan capai 71,5 persen
TRIBUNNEWS.COM – Peneliti Litbang Kompas Agustina Perwanti menyebut publik memberikan apresiasi positif terhadap kinerja pemerintah di bidang pangan, terutama setelah meningkatnya produksi padi nasional. “Berdasarkan data yang kami peroleh, produksi padi meningkat hingga 34 juta ton pada bulan ini, dan hal ini cukup mendapat apresiasi dari publik,” ujar Agustina di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah dalam program ketahanan pangan mencapai 61,5 persen, terdiri dari 4,8 persen sangat puas dan 56,7 persen cukup puas. Sementara itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) bahkan lebih tinggi, yakni 71,5 persen.
“Publik melihat adanya keseriusan pemerintah dalam menangani program pangan. Dukungan anggaran yang cukup besar, lebih dari Rp130 triliun sepanjang tahun ini, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah,” tambahnya.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Lilik Soetiarso, menilai capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja lintas lembaga yang terintegrasi di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman.
“Kita melihat konsistensi pemerintah dari sisi kebijakan, regulasi, infrastruktur, hingga dukungan institusi—semuanya mengarah pada swasembada pangan,” ujar Prof. Lilik.
Ia juga menyoroti keberhasilan program Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyerapan hasil panen petani melalui bantuan pangan, yang terbukti mampu menjaga keseimbangan suplai dan permintaan di lapangan. Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya mempertahankan swasembada, tetapi juga mewujudkan kedaulatan pangan nasional 2045. Untuk itu, penguatan infrastruktur pangan, sistem distribusi yang efisien, serta pertanian berkelanjutan perlu terus ditingkatkan dari pusat hingga daerah.
“Swasembada pangan adalah hasil kerja bersama yang harus dijaga. Namun target jangka panjang kita adalah kedaulatan pangan, karena itu bagian dari kedaulatan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa percepatan capaian swasembada tidak lepas dari kerja keras para petani serta dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengungkapkan bahwa pada September 2025 tercatat deflasi beras sebesar 0,13 persen, untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir di musim paceklik.
“Stok cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 3,8 juta ton, dan akan ada tambahan satu juta ton untuk operasi pasar. Ini menandakan pangan kita aman, bahkan berlebih. Alhamdulillah,” tutup Amran.
Baca juga: Produksi Beras Melimpah, Kepuasan Publik terhadap Kementan Tembus 71,5 Persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KEMENTAN-PRODUKSI-BERAS.jpg)