INDEF Catat Sektor Pertanian Tumbuh Pesat pada Akhir 2025, Lampaui PDB Nasional
INDEF mencatat PDB sektor pertanian Triwulan IV-2025 tumbuh 5,39 persen, lebih tinggi dari PDB nasional 5,14 persen
TRIBUNNEWS.COM – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mencatat sektor pertanian Indonesia tetap menunjukkan kinerja solid di tengah dinamika global.
Dalam laporan Monthly Update Februari 2026, INDEF menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada Triwulan IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara year-on-year. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nasional yang mencapai 5,14 persen.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development INDEF, Abra Talattov, menyampaikan capaian tersebut menegaskan peran sektor pertanian sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, di tengah volatilitas harga energi dan ketidakpastian geopolitik global, sektor pertanian mampu tumbuh di atas rata-rata nasional karena fondasi produksi domestik relatif terjaga.
Laporan INDEF juga mencatat sebagian besar subsektor pertanian mengalami pertumbuhan positif pada akhir 2025. Subsektor peternakan tumbuh 6,72 persen, hortikultura 3,85 persen, tanaman pangan 3,81 persen, dan perkebunan 0,14 persen.
Meski demikian, INDEF mengingatkan pola pertumbuhan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir masih menunjukkan fluktuasi. Karena itu, penguatan produktivitas dan konsistensi kebijakan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja sektor tersebut.
Baca juga: INDEF Sebut Produksi Pangan Terjaga, Sektor Ayam Ras Alami Surplus 13–50 Ribu Ton per Bulan
Dalam laporan yang sama, INDEF menyoroti tekanan harga pangan domestik pada awal 2026 lebih banyak dipengaruhi faktor distribusi dan tata niaga dibandingkan keterbatasan produksi. Disparitas harga antarwilayah serta volatilitas komponen pangan menunjukkan perlunya penguatan sistem logistik dan efisiensi rantai pasok.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan pangan nasional tetap aman menjelang Hari Raya Idulfitri, meskipun terdapat kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah terhadap rantai pasok global.
“Pangan kita lebih dari cukup. Komoditas utama seperti beras, telur, ayam, dan jagung dalam kondisi aman, dengan opsi substitusi tetap tersedia apabila terjadi gangguan pasokan. Jadi stok pangan inti nasional aman dan pemerintah terus mengawal stabilitas hingga Lebaran,” ujarnya.
Dengan pertumbuhan PDB pertanian yang berada di atas rata-rata nasional dan produksi yang relatif terkendali, sektor pertanian dinilai tetap memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan serta stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global sepanjang 2026.
Baca juga: INDEF Usul Pemprov DKI Buat Peta Zona Sebelum Terapkan Perda KTR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-pertanian-1410.jpg)