Jumat, 10 April 2026

Pertanian

Minggu Tenang Jelang Lebaran, Mentan Amran Bikin Ribut di Maros

Mentan Amran temukan alsintan negara kotor dan tak terawat saat inspeksi mendadak di Maros.

Editor: Content Writer
dok. Kementan
PENINJAUAN ALSINTAN - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau kondisi traktor Kubota yang kotor dan tidak terawat di gudang penyimpanan alsintan UPT Kementerian Pertanian di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (16/3/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Di saat sebagian masyarakat mulai memasuki suasana tenang menjelang Idul Fitri, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman justru menggelar inspeksi mendadak yang berujung teguran keras.

Reaksi itu muncul saat Amran menemukan kondisi memprihatinkan di salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pertanian di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (16/3/2026).

Kunjungan yang awalnya bertujuan memantau kesiapan produksi benih padi itu berubah menjadi momen evaluasi mendadak.

Amran menemukan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) milik negara tidak dirawat dengan baik.

Beberapa traktor terlihat kotor dan dipenuhi lumpur, menunjukkan minimnya perawatan setelah alat tersebut digunakan di lapangan.

Baca juga: Dukung Swasembada Jagung, Kementan Siapkan Benih Gratis hingga 1 Juta Hektare

Di hadapan para pegawai yang tertunduk, Amran menegaskan bahwa kelalaian semacam itu tidak bisa ditoleransi.

Ia mengingatkan bahwa setiap unit alsintan yang dibiarkan kotor dan rusak merupakan bentuk pengabaian terhadap uang rakyat.

"Sudah pakai (alsintan) tidak cuci. Ini kotornya. Tidak boleh masuk di sini kalau tidak dicuci. Itu harus diperbaiki. Ini mahal. Tahu tidak? Itu uangnya rakyat, uangnya masyarakat Indonesia," ujar Amran dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, kelalaian dalam merawat alsintan tidak hanya mencerminkan lemahnya disiplin kerja, tetapi juga menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap aset negara.

"Tahu tidak? Ini ketidakpedulian. Setiap baut itu adalah uang rakyat, pajak rakyat," ucapnya.

Baca juga: Kementan Gelar Talkshow Tani On Stage, Ajak Masyarakat Belanja Pangan Tanpa Panik

Tidak hanya alsintan, Amran juga menemukan kondisi sawah yang tergenang air dan tidak dikelola secara optimal.

Padahal, lokasi tersebut seharusnya berfungsi sebagai kawasan percontohan pengembangan benih padi di wilayah Sulawesi.

Ia mempertanyakan langsung kepada petugas mengapa lahan yang tergenang itu tidak segera dipompa dan dikelola.

"Kenapa tidak pompa? Kenapa tidak kerja? Masa begini? Kamu harus jadi percontohan Pulau Sulawesi, nah kamu yang paling jelek. Ini uang negara ini," kata Amran.

Merespons berbagai temuan itu, Amran langsung mengambil langkah tegas. Ia memerintahkan pemberian surat peringatan ketiga atau SP3 kepada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas dan alsintan di lokasi tersebut.

Baca juga: Kementan Siapkan 4 Juta Dosin Vaksin untuk Kendalikan PMK Hewan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved