Jumat, 8 Mei 2026

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Daerah, BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sejumlah bencana akibat cuaca ekstrem, melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 14 sampai 15 Oktober 2025. 

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Wahyu Aji
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Ilustrasi Cuaca - Sejumlah bencana akibat cuaca ekstrem, melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 14 sampai 15 Oktober 2025.  
Ringkasan Berita:
  • Cuaca Ekstrem Terjadi di Berbagai Wilayah
  • Dampak dan Penanganan Cepat BPBD
  • BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah bencana akibat cuaca ekstrem, melanda sejumlah wilayah Indonesia pada periode 14 sampai 15 Oktober 2025. 

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) peristiwa tersebut terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Pekanbaru, Sumut, dan lainnya.

Bencana tersebut mulai dari hujan deras disertai angin puting beliung selama kurang lebih 30 detik yang melanda Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin 13 Oktober 2025.

Sebanyak 22 unit rumah, dua kandang hewan ternak, dan satu lahan kayu sengon turut terdampak.

BPBD Probolinggo bersama tim gabungan melakukan penanganan pohon tumbang yang menimpa rumah warga serta mendistribusikan bantuan tambahan berupa alat kebersihan, matras, dan selimut.

Selain itu, pada hari yang sama hujan deras disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Sebanyak 16 unit rumah, masing-masing satu fasilitas pendidikan, umum, dan ibadah, serta empat unit tempat usaha terdampak. Enam orang mengalami luka-luka dan telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peristiwa ini menyebabkan 11 unit rumah, masing-masing satu unit fasilitas ibadah dan tempat usaha, serta dua kandang milik warga mengalami rusak ringan di empat kecamatan.

"Selain itu, terdapat 18 titik pohon tumbang dan satu warga mengalami luka ringan. BPBD Kabupaten Klaten melakukan penanganan pohon tumbang menggunakan gergaji mesin serta membersihkan material rumah rusak," ujar Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, Rabu, (15/10/2025).

Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Senin 13 Oktober 2025. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan 11 unit rumah mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Dompu melakukan pembersihan material rumah rusak, dan saat ini situasi telah kembali kondusif.

Beralih ke Provinsi Sulawesi Selatan, hujan disertai angin kencang melanda Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Senin 13 Oktober.  Peristiwa ini menyebabkan beberapa pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan pada 21 unit rumah serta putusnya kabel listrik.

"BPBD Kabupaten Pinrang bersama tim gabungan melakukan pembersihan material pohon tumbang serta memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada warga terdampak," katanya.

Selain cuaca ekstrem, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir juga terjadi di dua wilayah. BPBD Kota Pekanbaru melaporkan banjir yang melanda wilayahnya pada Minggu 12 Oktober menyebabkan 56 unit rumah terendam. BPBD Kota Pekanbaru mengerahkan pompa air dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatra Utara, Selasa 14 Oktober 2025.

Banjir disebabkan oleh luapan Sungai Sei Belutu yang dipicu oleh hujan lebat. BPBD Kabupaten Serdang Bedagai melaporkan ketinggian air mencapai 80 sentimeter yang merendam 686 unit rumah, 60 hektare lahan kelapa sawit, dan 18 hektare tanaman ubi.

Selain itu, bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Provinsi Jawa Timur, Senin 13 Oktober.

Seluas dua hektare lahan terbakar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, dan tujuh hektare lahan tebu di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD kabupaten terkait melakukan pemadaman dan pembasahan lahan di lokasi kejadian untuk mencegah munculnya titik api baru. Berdasarkan laporan per Selasa 14 Oktober, api berhasil dipadamkan dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memelihara drainase, memangkas pohon rimbun, serta membasahi lahan kering yang rawan karhutla.

Baca juga: Suhu Terasa Makin Panas! Tembus 37 Celcius, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Cuaca Tiba-tiba

"Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dan melaporkan kejadian bencana kepada BPBD atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved