Senin, 4 Mei 2026

5 Warga Semarang hingga Majalengka Curhat Panas Ekstrem, Maruli: Panasnya Cirebon Tolop-Tolop

Cuaca yang panas akhir-akhir ini, membuat warga di Cirebon tak betah berlama-lama di bawah teriknya sinar Matahari.

Tayang:
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
CUACA PANAS - Potret panasnya Kota Cirebon di kala siang hari, Rabu (15/10/2025). Cuaca yang panas akhir-akhir ini, membuat warga di Cirebon tak betah berlama-lama di bawah teriknya sinar Matahari. 

Panas tolop-tolop adalah istilah lokal yang menggambarkan hawa panas yang menusuk kulit.

"Ya benar, akhir-akhir ini panasnya Cirebon gak kira-kira, tolop-tolop."

"Saya saja harus nyari tempat adem, makanya suka ke minimarket sekadar menurunkan suhu panas," ucap Marulis. 

Dikutip dari TribunCirebon.com, fenomena “panas tolop-tolop” ini diprediksi masih akan dirasakan warga hingga akhir Oktober mendatang.

4. Warga Ngaliyan, Semarang: Rasanya Kayak Terbakar

Cuaca panas ekstrem turut dirasakan warga Kota Semarang, Jawa Tengah.

Berbagai cara dilakukan warga agar tetap bisa beraktivitas tanpa terkena paparan matahari langsung. 

Termasuk Wulandari (34), warga Kecamatan Ngaliyan, yang memilih menjemur pakaian di dalam rumahnya yang lebih teduh. Biasanya, Wulandari menjemur di halaman belakang. 

“Kalau di luar rasanya kayak terbakar. Panas sekali, jadi saya jemur di dalam saja,” ujar Wulandari saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/10/2025).

Meski butuh waktu lebih lama agar pakaian kering, Wulandari mengaku cara ini lebih aman. 

Wulandari harus menata tali jemuran di ruang cuci dekat dapur, agar sinar matahari tetap bisa masuk melalui ventilasi. 

“Biasanya dua jam sudah kering kalau di luar. Sekarang bisa empat jam. Tapi tidak apa-apa, yang penting tidak pusing karena panas,” ceritanya.

5. Mijen, Warga Semarang Senang Jemuran Cepat Kering, tapi Panas

Sementara itu, Dina, ibu rumah tangga asal Kecamatan Mijen, Semarang, tetap memilih menjemur pakaian di luar rumah karena lebih cepat kering.

Namun, ia mesti menahan teriknya matahari ketika menjemur pakaian. 

“Ya senangnya kalau panas seperti ini jadi cepat kering. Tapi ya panas banget,” ujarnya.

Baca juga: Panas Nyaris 38°C, BMKG Ungkap Kenapa Indonesia Terasa Seperti Terpanggang

Penjelasan BMKG soal Cuaca Panas Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6°C di berbagai daerah karen kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved