Jumat, 15 Mei 2026

5 Warga Semarang hingga Majalengka Curhat Panas Ekstrem, Maruli: Panasnya Cirebon Tolop-Tolop

Cuaca yang panas akhir-akhir ini, membuat warga di Cirebon tak betah berlama-lama di bawah teriknya sinar Matahari.

Tayang:
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
CUACA PANAS - Potret panasnya Kota Cirebon di kala siang hari, Rabu (15/10/2025). Cuaca yang panas akhir-akhir ini, membuat warga di Cirebon tak betah berlama-lama di bawah teriknya sinar Matahari. 

Kondisi panas ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, penyebab utama suhu panas adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. 

Lantas, faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

“Posisi ini membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas di banyak wilayah Indonesia” kata Guswanto di Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. 

Adapun wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.

Pada 12 Oktober 2025, suhu tertinggi tercatat sebesar 36,8°C di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat). 

Kemudian, suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT) pada 13 Oktober 2025. Suhu kembali meningkat pada 14 Oktober 2025, berkisar antara 34–37°C. 

Beberapa wilayah seperti Kalimantan, Papua, Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan suhu maksimum 35–37°C. Wilayah Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) juga menunjukkan peningkatan suhu hingga 37,6°C.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul Panas Tolop-tolop di Cirebon, Matahari Terasa Menusuk Kulit, Ini Penjelasan BMKG Kertajati dan di TribunJabar.id dengan judul Cuaca Majalengka Panas Ekstrem hingga Akhir Oktober, Warga Diminta Sering Minum Air Putih

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunCirebon.com/Eki Yulianto, TribunJabar.id/Adhim Mugni M, SerambiNews.com/Riski Bintang)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved