Senin, 18 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Cerita Tetangga yang Pernah Masuk ke Rumah Prabowo: Di Dalamnya Indah Sekali

Tinggal berdampingan dengan kepala negara menjadi pengalaman tersendiri bagi warga Desa Bojong Koneng.

Tayang:
Tribunnews/Ibriza Fasti Ifhami
Kholik, Ketua RT 002, RW 009, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, saat ditemui Selasa (14/10/2025). Kholik mengatakan, pengamanan di Desa Bojong Koneng semakin ketat sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI. 

Ringkasan Berita:
  • Beberapa warga Desa Bojong Koneng, seperti Selamet Santoso dan Ketua RT Kholik, pernah masuk ke kediaman Prabowo Subianto sebelum ia menjabat sebagai Presiden RI. Mereka menyebut rumah tersebut indah dan megah.
  • Setelah Prabowo resmi menjadi Presiden pada Oktober 2024, sistem keamanan di sekitar rumahnya diperketat.
  • Meskipun sempat mengalami kendala saat melintas di sekitar rumah Presiden, warga seperti Udai memahami bahwa hal tersebut wajar karena termasuk wilayah ring 1.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR — Pekan depan, tepatnya pada 20 Oktober 2025, genap satu tahun Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.

Bersamaan dengan itu, warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, juga genap satu tahun menyandang status istimewa sebagai tetangga Presiden.

Tinggal berdampingan dengan kepala negara menjadi pengalaman tersendiri bagi warga desa tersebut.

Beberapa di antaranya bahkan pernah masuk ke kediaman Prabowo sebelum ia resmi menjabat sebagai Presiden RI.

Salah satu warga, Selamet Santoso, mengenang momen saat dirinya diundang untuk melaksanakan salat Idulfitri di rumah Prabowo, yang kala itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Pernah saya sekali waktu lebaran Idulfitri, kayaknya 2023, sebelum (Prabowo) jadi Presiden. Saya pernah salat di rumahnya, dibuka, warga masuk,” ujar Selamet saat ditemui.

Ia juga sempat berjabat tangan langsung dengan Prabowo. “Senang sih bisa jabat tangan dengan Presiden, rumahnya besar,” katanya.

Ketua RT 002 RW 009 Bojong Koneng, Kholik, turut memiliki pengalaman serupa. Ia pernah masuk ke rumah Prabowo saat menjalankan tugas sebagai Ketua Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilu 2024. Saat itu, ia mendampingi petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk melakukan proses pencocokan dan penelitian (Coklit).

“Saya pernah masuk, waktu saya Coklit untuk pemilu. Soalnya kan warga enggak pernah lihat ke sana. Indah sekali,” ungkap Kholik.

Baca juga: Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Khairul Fahmi Sebut Prabowo Konsisten Prorakyat

Pengamanan Meningkat, Warga Merasa Lebih Aman

Selama hampir satu tahun kepemimpinan Prabowo, warga Bojong Koneng merasakan perubahan besar dalam sistem keamanan di sekitar desa mereka. Selamet Santoso mengungkapkan bahwa penjagaan kini jauh lebih ketat dibanding sebelumnya.

“Ketat banget. Ya sekarang masuk-masuk juga enggak sembarangan. Kalau dulu mendekat ke wilayah rumahnya bisa, sekarang enggak bisa,” ujarnya.

Meski demikian, ia merasa kehadiran aparat justru membuat lingkungan lebih aman. “Aman sebenarnya karena banyak petugas. Karena kan lebih banyak tentara di sini,” katanya.

Udai, warga lain yang tinggal sekitar 300 meter dari rumah Prabowo, juga merasakan dampak dari peningkatan pengamanan. Ia menyebutkan adanya asrama TNI di sisi jalan utama menuju kediaman Presiden.

“Enaknya nih pas (Prabowo) jadi Presiden, kalau malam itu jalan enggak ngeri. Banyak aparat, banyak anggota di jalan, tengah malam juga. Kan di depan itu ada semacam asramanya gitu,” ucap Udai.

Namun, Udai sempat mengalami kendala saat melintas di sekitar rumah Presiden. Ia mengaku pernah dilarang lewat oleh aparat, meski dirinya merupakan warga asli desa tersebut.

“Kalau ketat sih wajar, kan ring 1 Presiden. Kita pertama mah ‘jangan ke sini’ katanya. Aduh apaan, saya orang sini. Tapi sekarang udah enak,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved