Senin, 20 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Cegah Keracunan, Guru SMA di Karanganyar Jateng Buat Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG

Aplikasi itu sudah digunakan 8 kali. Masing-masing 4 kali ujicoba di rumah dan 4 kali diterapkan di sekolah. Hanya 5 menit bisa diketahui kelayakannya

Editor: willy Widianto
Tribun Solo/Mardon Widiyanto
APLIKASI MBG - Seorang guru SMAN 2 Karanganyar, Jawa Tengah bernama Taupik Mulyadi menciptakan aplikasi pendeteksi kelayakan menu Makan Bergizi Gratis(MBG). Dengan adanya aplikasi tersebut nantinya bisa mencegah kasus keracunan pada program MBG yang kerap terjadi tiap hari. Taupik mengaku membuat aplikasi bernama Safe Eat MBG karena ada kekhawatiran keracunan usai menyantap menu MBG di beberapa daerah di Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Aplikasi itu bekerja menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menguji kelayakan menu MBG
  • Aplikasi yang dibuatnya berbasis Android dan menggunakan metode organoleptik (visual).
  • Metode ini merupakan metode pengujian kualitas produk yang menggunakan panca indra manusia (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan perabaan) 

 

TRIBUNNEWS.COM, KARANGANYAR - Seorang guru SMAN 2 Karanganyar, Jawa Tengah bernama Taupik Mulyadi menciptakan aplikasi pendeteksi kelayakan menu Makan Bergizi Gratis(MBG). Dengan adanya aplikasi tersebut nantinya bisa mencegah kasus keracunan pada program MBG yang kerap terjadi tiap hari.

Baca juga: Guru Selamatkan Murid dari Menu MBG Basi, 13 Siswa Lain Terlanjur Makan dan Muntah

Taupik mengaku membuat aplikasi bernama Safe Eat MBG karena ada kekhawatiran keracunan usai menyantap menu MBG di beberapa daerah di Indonesia.

Aplikasi itu bekerja menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menguji kelayakan menu MBG yang akan disantap pelajar SMAN 2 Karanganyar.

"Saya melihat banyak terjadi kasus keracunan di beberapa daerah, oleh karena itu, saya inisiatif untuk membuat aplikasi Safe Eat MBG," kata Taupik, Jum'at (17/10/2025).

Taupik mengatakan aplikasi yang dibuatnya berbasis Android dan menggunakan metode organoleptik (visual).

Metode ini merupakan metode pengujian kualitas produk yang menggunakan panca indra manusia (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan perabaan) untuk menilai karakteristiknya, seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan bentuk.

"Cara kerja aplikasi melibatkan foto makanan dan input dari food tester, dan mengisi pertanyaan terkait hasil pengamatan menu MBG yang dibagikan agar menghasilkan rekomendasi layak/tidak layak," kata dia.

"Waktu analisis aplikasi kurang dari 5 menit, dengan akurasi 80-90 persen," kata dia.

Baca juga: Guru hingga Penjaga Sekolah di Bima NTB Mual & Diare Usai Konsumsi MBG, Kepala SPPG Ungkap Penyebab

Aplikasi itu sudah digunakan 8 kali. Masing-masing 4 kali ujicoba di rumah dan 4 kali diterapkan di sekolah.

"Saat digunakan, tidak ditemukan tanda-tanda menu MBG yang tak layak konsumsi, dan tidak terjadi siswa kami yang mengalami gejala sakit perut sore harinya," kata dia.

"Sampai saat ini tidak terjadi eror saat aplikasi digunakan, meskipun demikian, aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba untuk mencapai akurasi optimal," pungkas dia.

Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan bahwa kasus keracunan akibat program MBG pada periode 29 September hingga 3 Oktober 2025 mencapai 1.883 siswa. Dengan penambahan tersebut, total siswa yang menjadi korban keracunan MBG hingga 4 Oktober 2025 tercatat mencapai 10.482 siswa.

Baca juga: Kebutuhan Susu untuk MBG Tembus 8 Juta Ton, Produksi Lokal Baru 1 Juta Ton

Sementara itu Badan Gizi Nasional (BGN) mendata ada 5.080 korban kasus keracunan MBG dengan 46 kasus. Sedangkan Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 60 kasus keracunan MBG dengan jumlah korban sebanyak 5.207 orang. Dan BPOM mencatat sebanyak 55 kasus dengan jumlah korban 5.320 orang.

 

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul 'Guru SMAN 2 Karanganyar Ciptakan Aplikasi Pendeteksi Kelayakan Menu MBG, Bagaimana Cara Kerjanya?' 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved