Kemenhub Targetkan Nol Kendaraan ODOL Tahun 2027, Dirjen Aan: Satu Nyawa Terlalu Berharga
Aan menegaskan bahwa target nol kendaraan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) tidak bisa lagi ditunda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkomitmen mewujudkan target Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada tahun 2027.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pengarahan umum pada Focus Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Nasional Penanganan Kendaraan ODOL yang digelar di Surabaya, Jawa Timur.
Aan menegaskan bahwa target nol kendaraan ODOL tidak bisa lagi ditunda, mengingat dampaknya yang sangat serius terhadap keselamatan lalu lintas.
Berdasarkan data, kendaraan angkutan barang yang melebihi dimensi dan muatan menjadi penyebab kecelakaan tertinggi kedua setelah sepeda motor, dengan kontribusi sekitar 10–12 persen dari total kecelakaan di jalan.
“Saya ingin mengajak kita semua, termasuk teman-teman dari asosiasi transporter, pengusaha logistik, ataupun pengemudi, untuk berkomitmen merealisasikan Zero kendaraan over dimension over load di tahun 2027. Ini tidak bisa ditunda lagi, sesuai arahan bapak Presiden, karena dampaknya luar biasa, terutama untuk keselamatan,” kata Aan.
Aan memaparkan betapa seriusnya dampak kendaraan lebih dimensi dan muatan.
Menurutnya, dari data yang menunjukkan bahwa angkutan barang over dimension over load merupakan kontributor kedua tertinggi penyebab kecelakaan di jalan setelah sepeda motor, dengan persentase berkisar 10-12?ri total kecelakaan yang terjadi.
"Ini sangat luar biasa dampak dari kendaraan over dimension over load terhadap keselamatan. Belum lagi dampak fatalitas korban yang meninggal, jadi ini sangat memprihatinkan," ujarnya.
Tidak hanya keselamatan, Aan melanjutkan, kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan juga merusak infrastruktur jalan yang dibangun dengan anggaran negara, memperpendek usia kendaraan, serta menyebabkan kemacetan dan polusi.
Menanggapi hal ini, Aan menyatakan bahwa komitmen bersama menjadi hal penting dalam mewujudkan Nol Kendaraan Lebih Dimensi dan Lebih Muatan.
Komitmen ini dapat diwujudkan dengan menyiapkan peta jalan yang komprehensif. Pemerintah pun telah menyusun Sembilan Rencana Aksi Nasional (RAN) penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan, yang fokus pada integrasi data, penegakan hukum digital, dan harmonisasi regulasi.
RAN ini juga memuat soal pemberian insentif dan disinsentif guna mendorong kepatuhan badan usaha angkutan barang atau pengelola kawasan industri dalam menerapkan Nol Kendaraan Lebih Dimensi dan Muatan.
Dalam pemaparannya, Aan juga menepis kekhawatiran penerapan Zero Over Dimension Over Load akan membebani perekonomian. Berdasarkan hasil survei BPS di wilayah Jakarta dan Jawa Barat, menunjukkan kenaikan biaya logistik hanya 3,3?ngan dampak inflasi yang sangat kecil (0,02%-0,14%), dan justru diiringi dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,06%-0,08%.
"Ada kekhawatiran masyarakat dari diterapkannya Zero Over Dimension Over Load, tapi ternyata hasil surveinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Justru ini akan membuat iklim investasi dan perekonomian bergairah, para pengusaha logistik atau pemilik kendaraan akan diuntungkan secara ekonomi,” jelasnya.
Aan juga menjelaskan hasil survei BPS terkait manfaat sosial dan infrastruktur, jika menerapkan zero kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aan-fgd.jpg)