Selasa, 14 April 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Nilai Gejolak Internal PBNU Ada Kaitannya dengan Tambang, Mahfud MD: Dulu Mengkritik, Sekarang Ribut

Mahfud MD tak ingin ikut campur dengan desakan agar Gus Yahya mundur. Tapi menurutnya, gejolak internal NU berkaitan dengan soal tambang

KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati
GEJOLAK INTERNAL NU - Dalam foto: Mantan Menkopolhukam RI Mahfud MD. Mahfud MD menilai gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) ada kaitannya dengan pengelolaan tambang. 

Ringkasan Berita:
  • Konflik internal NU mencuat setelah muncul desakan agar K.H Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
  • Mahfud MD menilai, konflik internal NU juga ada kaitannya dengan pengelolaan tambang. Apalagi, NU sendiri sudah mengantongi izin mengelola lahan tambang milik eks Grup Bakrie.
  • Menurut Mahfud, jika dulu NU mengkritik tambang karena penuh korupsi, ironisnya kini NU malah ribut-ribut sendiri setelah mendapat izin pengelolaan tambang.

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM RI (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai gejolak internal di tubuh Nahdlatul Ulama (NU) ada kaitannya dengan pengelolaan tambang.

Gonjang-ganjing di tubuh NU bermula dari munculnya isu K.H Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Desakan agar Gus Yahya mundur dari jabatan sebagai pemimpin tertinggi kepengurusan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada 31 Januari 1926 tersebut berembus sejak Jumat (21/11/2025) lalu.

Tepatnya setelah beredarnya Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU tertanggal Kamis 29 Jumadal Ula 1447 H/20 November 2025 M.

Risalah tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Dewan Syura PBNU K.H Miftachul Akhyar selaku pemimpin rapat.

Dalam risalah ini, salah satu poin penting yang termuat adalah hasil musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam meminta agar KH Yahya Cholil Staquf untuk mengundurkan diri dari Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan Rapat Harian Syuriah PBNU.

Apabila dalam waktu tiga hari tidak juga mengundurkan diri, maka Gus Yahya akan diberhentikan secara resmi oleh Rapat Harian Syuriah PBNU.

Menurut Risalah Rapat Harian Syuriah PBNU, alasan di balik desakan Gus Yahya untuk mundur adalah mengundang narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) serta dugaan masalah tata kelola keuangan organisasi.

Mahfud MD Sebut Ada Konflik Soal Pengelolaan Tambang

Dalam podcast Terus Terang yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Senin (24/11/2025), Mahfud MD mengaku tidak ingin ikut campur dalam permasalahan internal NU.

Ia tidak mau memihak siapa pun di balik desakan agar Gus Yahya mundur dari Ketua Umum PBNU.

Baca juga: Desakan agar Gus Yahya Mundur dari Ketua Umum PBNU, Rocky Gerung: Tak Sekadar Soal Tokoh Pro-Zionis

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 mengungkap, dirinya hanya ingin NU selamat, apalagi saat ini ada konflik soal pengelolaan tambang.

Menurutnya, gejolak internal NU juga ada kaitannya dengan konflik soal tambang, di mana NU menjadi ormas keagamaan yang mendapat jatah mengelola industri yang mengambil mineral atau bahan galian lain untuk keperluan manusia itu.

Sehingga, karena kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 tinggal setahun, Mahfud meminta agar konflik internal NU segera diselesaikan.

"Saya sudah bicara ke dalam, itu asal muasalnya soal pengelolaan tambang. Itu konflik dalam soal pengelolaan tambang, yang satu ingin ini, yang satu ingin itu, dan berpecah," kata Mahfud.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved