Rabu, 22 April 2026

Lukisan Spiritual Abstrak di Pameran Tunggal Adikarya Vanindra

Jalu mulai melukis sejak 3 bulan terakhir dan dalam waktu singkat merampungkan 22 karya lukisannya dengan beragam tema

|
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
HO/IST
PAMERKAN 22 KARYA - Pelukis muda Adikarya Vanindra (tengah) bersama ibunya dan sang mentor di pembukaan pameran tunggalnya bertajuk Adikarya Vanindra-Gateway to Happiness di Hadiprana Gallery Jakarta, Minggu, 23 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Pelukis muda Vanindra (22 tahun) menggelar pameran tunggal di Hadiprana Gallery Jakarta, Minggu, 23 November 2025. 
  • Sebanyak 22 karya lukis yang ditampilkan di pameran ini bernuansa spiritual abstra. 
  • Seluruh karya dia selesaikan dalam tiga bulan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelukis muda Vanindra (22 tahun) menggelar pameran tunggal di Hadiprana Gallery Jakarta, Minggu, 23 November 2025.

Sebanyak 22 karya lukisannya ditampilkan di pameran bertajuk Adikarya Vanindra-Gateway to Happiness dan didominasi nafas spiritual abstrak.

Vanindra adalah pelukis muda yang istimewa. Dia adalah individu dengan kondisi spektrum autisme, yang memiliki cara berpikir dan kepekaan unik.

Di acara grand opening pameran tunggal Adikarya Vanindra, sang ayah Irjen (Pol) Nunung Syaifuddin mengaku terkejut dengan bakat sang putra yang akrab disapa Jalu tersebut. 

Baca juga: Peringati Empat Dekade IWPI, Pameran Lukisan 2025 Hadirkan 100 Pelukis Perempuan

“Ini sesuatu yang luar biasa dan saya tidak menduga karena mungkin saya terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ternyata saya punya anak yang luar biasa. Karena saya tidak menyangka dia punya kelebihan ini,” kata Irjen (Pol) Nunung.

Irjen (Pol) Nunung mengaku memiliki hubungan dekat dengan sang anak. “Jalu selalu ikut saya, kemana saya pergi selalu ikut.  Saya berburu, mancing bahkan ziarah pun selalu ikut,” terangnya.

Pelukis muda    OK
PAMERAN 22 KARYA - Sebanyak 22 lukisan karya pelukis muda Adikarya Vanindra tampil di pameran tunggal bertajuk Adikarya Vanindra-Gateway to Happiness di Hadiprana Gallery Jakarta, Minggu, 23 November 2025.

Jalu mulai melukis sejak 3 bulan terakhir dan dalam waktu singkat merampungkan 22 karya lukisannya dengan beragam tema.

Tema-tema yang dia angkat mulai dari Kata Kaya, Bouraq dan Malaikat, Naga Hijau, Aku, Istana Laut, Upacara Sekolah, Hari Akhir, Bintang Terang, Cinta Meledak, Bahagia, Bunga Taman Surga, Kun, Kangen, Panen Raya, Jago, Ibuku, Arsy, Cinta Meledak, Bintang Terang, Ayo Kerja, Gua Hira, dan Eyang Diponegero.

Dari semua lukisan ini, Jalu mengakui yang menjadi favorit, adalah lukisan yang bertema Ibu dan (ayam) Jago. “Saat melukis tema ibu, ingat mama karena sayang mama,” kata Jalu. Jalu mengakui bahagia mengerjakan semua lukisan ini.

Saat karya lukisan Jalu ditampilkan ke publik di Hadiprana Gallery, Jalu mengaku senang dan tidak gugup. Bahkan saat proses melukis pun tidak ada kendala yang berarti.

“Semua dilakukan pelan-pelan,” kata Jalu. Ide tema lukisan maupun pemilihan warna, semuanya Jalu yang menentukan. Salah satu warna yang mendominasi dalam lukisan Jalu adalah warna hijau, ini karena warna favorit sang ibu.

Sang ibu, Irjen (Pol) Novi Nunung Syaifuddin mengaku berdasarkan pengalaman bersama sang anak menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan keluarga. 

“Apapun yang terjadi dengan kita, semua selalu ada hikmahnya. Di balik kekurangan selalu ada kelebihan. Dan ingat, nasib atau takdir kita, tidak tergantung dengan orang lain,” ucapnya.

Selain sang ayah yang terkejut dengan kemampuan Jalu, sang ibu juga kaget dengan bakat melukisnya.

“Saya sebenarnya kaget melihat potensinya. Karena selama ini, hobinya lebih ke games. Dengan kita alihkan ke melukis ini, ternyata ada potensi. Jadi saya minta tolong Mas Leo untuk gali terus, apakah memang dia bisa. Ternyata dia enjoy," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved