Jumat, 1 Mei 2026

Dorong Pemberdayaan Petani Nanas, Dompet Dhuafa Dirikan IKON Subang Senilai Rp 15 Miliar

Dompet Dhuafa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Reza Deni
OLAHAN NANAS - Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini saat meresmikan Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) di Desa Cirangkong, Subang, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • IKON  berdiri di lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 1.000 meter persegi
  • Dompet Dhuafa menyerahkan saham senilai Rp 2.947.500.000 kepada Koperasi Produsen Barokah Agro Lestari
  • Masyarakat bukan hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga pemilik usaha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTADompet Dhuafa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

Bertempat di Desa Cirangkong, Subang, organisasi filantropi itu meresmikan Industri Komunal Olahan Nanas (IKON), sebuah fasilitas produksi yang dikelola langsung masyarakat, dengan nilai investasi lebih dari Rp 15 miliar hingga siap berproduksi di luar biaya lahan.

“Selama 32 tahun Dompet Dhuafa terus melakukan program pemberdayaan di berbagai sektor. Di Cirangkong, kami mendampingi petani nanas hingga akhirnya mendirikan industri komunal ini untuk membuka akses usaha dan lapangan kerja yang lebih luas,” ujar Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini di lokasi, Rabu (26/11/2025).

IKON sendiri berdiri di lahan seluas 2.000 meter persegi dengan luas bangunan 1.000 meter persegi. 

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton nanas segar per hari, menghasilkan 2,5–3 ton selai atau puree serta 1–2 ton konsentrat setiap harinya. 

Produk olahan dipasarkan ke industri lanjutan sebagai bahan baku pangan berbasis nanas.

Baca juga: Dompet Dhuafa Klaim Produk Industri Komunal Olahan Nanas Subang Diminati Perusahaan Italia

Adapun skema kepemilikan IKON dilakukan secara komunal melalui koperasi masyarakat.

Dalam peresmian tersebut, Dompet Dhuafa menyerahkan saham senilai Rp 2.947.500.000 kepada Koperasi Produsen Barokah Agro Lestari.

“Ini yang kami maksud industri komunal karena pemiliknya adalah masyarakat yang ada di sekitar usaha atau pabrik ini,” kata Ahmad.

Secara keseluruhan, investasi pembangunan industri hingga tahap operasional berada pada kisaran Rp 10–Rp 15 miliar.

Baca juga: Krisis Air di Gaza, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Air Bersih Layak Minum

"Pokoknya keseluruhan sampai dia running berproduksi itu di kisaran antara Rp 10 sampai Rp 15 miliar. Itu di luar tanah loh,” ungkap Ahmad.

Ahmad juga menuturkan, pendirian IKON menjadi tahap keempat pemberdayaan masyarakat dalam skema phiantropreneurship. 

"Awalnya kami memberikan bantuan kebutuhan dasar, lalu pelatihan keterampilan kerja, dilanjutkan pendampingan usaha, dan sekarang kita kuatkan di tahap pengembangan industri komunal,” ucapnya.

Ahmad mengatakan, dalam model industri komunal ini, masyarakat bukan hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga pemilik usaha.

Dompet Dhuafa menghimpun hampir 1.000 warga Cirengkong dalam sebuah koperasi yang diberi penyertaan modal dari dana zakat yang dikelola lembaga tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved