Anggota Komisi VII DPR: UMKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional
Sebanyak 450 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digagas Kementerian Perindustrian tersebut.
Ringkasan Berita:
- Semangat pemberdayaan pelaku usaha kecil kembali digelorakan
- UMKM tulang punggung ekonomi nasional
- Modal terbesar bukan hanya peralatan atau dana, tetapi kemauan belajar dan keberanian untuk mencoba
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Semangat pemberdayaan pelaku usaha kecil kembali digelorakan di Yogyakarta. Anggota Komisi VII DPR RI, Kaisar Abu Hanifah, membuka Program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil Kabupaten Bantul.
Sebanyak 450 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digagas Kementerian Perindustrian tersebut.
Baca juga: Pelaku UMKM ‘Kecipratan’ Geliat IMIP, Suami Istri Raup Omzet Ratusan Juta
Kaisar mendorong para peserta yang memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kemampuan usaha.
"UMKM ini tulang punggung ekonomi nasional. Sehingga kehadiran para calon wirausaha baru dari Bantul ini adalah harapan besar bagi penguatan ekonomi rakyat," ujar Kaisar dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).
UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu jenis usaha produktif yang dijalankan oleh individu, rumah tangga, atau badan usaha kecil sesuai kriteria tertentu.
Politisi Fraksi PKB itu juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan maksimal.
"Tetap percaya diri, dan terus berinovasi demi menciptakan usaha yang berkelanjutan. Modal terbesar bukan hanya peralatan atau dana, tetapi kemauan belajar dan keberanian untuk mencoba,” jelas legislator dari dari Daerah Pemilihan (Dapil) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.
Adapun Pejabat Fungsional Program Direktorat IKMA Kemenperin RI, Ciska Farida Ariany, menyebut kegiatan tahun ini dipusatkan pada tiga sektor potensial, yakni olahan hasil pertanian, batik, dan jasa servis elektronik rumah tangga.
Baca juga: Digitalisasi Permudah Pemilik UMKM dalam Mengakses Kredit Perbankan
"Setiap bidang akan menempuh rangkaian pembinaan selama empat hari, mulai dari pemberian materi, pendampingan teknis, hingga praktik lapangan," kat Ciska.
Pelatihan WUB Industri Kecil ini disebut sebagai langkah strategis untuk melahirkan wirausaha baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Para peserta mendapatkan pendalaman materi sekaligus praktik sesuai komoditas masing-masing, mulai dari teknik pengolahan produk, pembuatan batik, hingga servis perangkat elektronik rumah tangga.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul Praptanugraha, Direktur IKMA Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Kemenperin RI Dini Hanggandari, serta perwakilan Dinas PMPTSP Bantul dan Bank BPD DIY Cabang Bantul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kaisar-Abu-Hanifah-3210.jpg)