Buang Air Besar Sembarangan Masih Terjadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Tekankan Hal Ini
Buang Air Besar Sembarangan masih terjadi di 6,5% rumah tangga, dengan angka tertinggi di wilayah pedesaan di berbagai wilayah di Indonesia.
Buang Air Besar Sembarangan Masih Terjadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Tekankan Hal Ini
Rina Ayu Panca Rini/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Implementasi sanitasi aman di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural.
Hal semacam buang air besar sembarangan, masih terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.
Perubahan pada kondisi ini menemui sejumlah kendala—mulai dari pendanaan daerah, kualitas layanan air minum, hingga perubahan perilaku masyarakat.
Baca juga: Menkes Ungkap 3 Akar Masalah Kasus Irene Sokoy, Kurang SDM, Tata Kelola RS Lemah hingga Rujukan
Untuk itu, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan pada pada tahun ini berupaya mengatasi situasi tersebut lewat pemberian penghargaan kepada daerah berupa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award.
Hal ini sebagai apresiasi kepada daerah yang mampu meningkatkan higiene dan sanitasi lingkungan yang bersih, nyaman, aman dan sehat.
STBM merupakan suatu kondisi provinsi, kabupaten atau kota yang masyarakatnya berperilaku higienis dan saniter dengan menerapkan lima pilar utama STBM.
Lima pilar itu adalah:
- Stop Buang Air Besar Sembarangan
- Cuci Tangan Pakai Sabun
- Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga
- Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
- Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.
Pemberian penghargaan ini juga menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 61.
Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan STBM merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkeadilan.
Kedua program ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Khususnya SDG 3 tentang ketersediaan dan keberlanjutan air minum dan sanitasi bagi semua, serta SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan,” ujar Menkes Budi di Gedung Siwabessy Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jum’at (28/11).
Kabupaten/Kota yang mendapatkan penghargaan KKS pada Tahun 2025 dengan Kategori Wistara Paripurna sebanyak 1 Kab/Kota, Wistara sebanyak 3 Kab/Kota, Wiwerda sebanyak 41 Kab/Kota, Padapa sebanyak 101 Kab/Kota dan 7 Provinsi dengan Kategori Tim Pembina Provinsi Terbaik.
Sedangkan untuk penghargaan STBM Tahun 2025 terdiri dari:
- 2 Provinsi dengan kategori Provinsi Stop Buang Air Besar Sembarangan
- 5 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Paripurna
- 14 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Madya
- 37 Kabupaten/Kota dengan kategori STBM Pratama.
Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Then Suyanti menyatakan harapannya kepada daerah yang menerima penghargaan tersebut.
“Tentunya juga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya baik itu pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten kota, hingga tingkat terkecil, yaitu desa dan kelurahan,” ujar Then Suyanti.
Penghargaan STBM diberikan melalui proses seleksi bertahap, yang mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.
Adapun tujuan penerapan STBM sebagai berikut:
- Mencegah penyakit yang bersumber dari lingkungan
- Meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi dasar yang layak
- Meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.
Konteks Nasional Disertai Data Pendukung Terkait STBM
- 23 juta warga Indonesia masih belum memiliki akses ke sanitasi layak (Kemenkes–Bappenas 2024).
- BABS masih terjadi di 6,5 persen rumah tangga, dengan angka tertinggi di wilayah pedesaan.
- Akses air minum aman baru 11% secara nasional, jauh di bawah target SDG 2030 (100%).
- Penyakit berbasis lingkungan seperti diare masih menjadi tiga besar penyebab morbiditas di banyak daerah.
- Sebagian daerah penerima penghargaan masih memiliki kesenjangan antar-desa, meski pencapaian kabupaten/kota meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PROGRAM-STBM-Menteri-Kesehatan-Menkes-RI-Budi-Gunadi-Sadikin.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.