Jumat, 1 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh: Mengenal Tobat Ekologis yang Kembali Disinggung Anies Baswedan

Mengenal tobat ekologis yang disinggung eks Mendikbud RI Anies Baswedan dalam catatan reflektifnya di tengah banjir Sumbar, Sumut, dan Aceh.

Tayang:
BNPB
BANJIR DAN LONGSOR - Foto yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia menunjukkan jembatan yang rusak setelah banjir di Padang, Sumatera Barat, Indonesia, Kamis, 27 November 2025. Mengenal apa itu tobat ekologis yang disinggung Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Anies Baswedan dalam catatan reflektifnya di tengah peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang dan tanah longsor melanda Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dengan korban jiwa mencapai 174 orang, menurut data BNPB pada Jumat (28/11/2025).
  • Anies Baswedan membuat catatan reflektif tentang bencana yang melanda Tanah Air dan dunia, mengutip Surat Ar-Rum ayat 41 dalam Alquran, yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat dari perbuatan manusia.
  • Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan tobat ekologis.

TRIBUNNEWS.COM - Mengenal apa itu tobat ekologis yang disinggung Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Anies Baswedan dalam catatan reflektifnya di tengah peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Adapun banjir dan tanah longsor di ketiga wilayah tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur sejak Senin (24/11/2025).

Hujan intensitas tinggi dipicu oleh munculnya Bibit Siklon 95B yang menguat menjadi Siklon Tropis Senyar, sebuah fenomena yang langka dan diduga dipicu oleh pemanasan global dan krisis iklim.

Sebab, siklon tropis sangat jarang terbentuk di wilayah Khatulistiwa, dan Indonesia selama ini dikenal cukup aman dari terjangan jenis badai berkekuatan besar, dengan radius rata-rata mencapai 150 hingga 200 kilometer (km) itu.

Selain itu, banjir bandang dan tanah longsor terjadi karena faktor manusia, maraknya deforestasi atau penggundulan hutan untuk tambang maupun perkebunan, serta kerusakan tata ruang (penyempitan dan pendangkalan Daerah Aliran Sungai atau DAS), hingga rusaknya ekosistem.

Menurut update terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (28/11/2025), jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 174 orang, dan 12.546 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Melihat pilunya rangkaian bencana, Anies Baswedan menuangkannya ke dalam sebuah catatan reflektif, dan diunggah di akun media sosial X (dulu Twitter) milinya, @aniesbaswedan, Jumat (28/11/2025).

Ia pun mengutip Surat Ar-Rum ayat 41 dalam Alquran, yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat dari perbuatan manusia.

Kemudian ia menyinggung soal tobat ekologis yang harus dilakukan manusia demi menyelamatkan alam dan lingkungan.

Adapun tobat ekologis pernah menjadi topik yang dibawa Anies Baswedan saat mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 lalu.

Saat itu, pasangan calon wakil presiden (cawapres) Anies, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menyinggung soal tobat ekologis dalam sesi debat cawapres putaran keempat, Minggu (21/1/2024).

Baca juga: Indonesia, Sri Lanka, Thailand, Malaysia Porak Poranda Dihantam Banjir Bandang, Ini Pemicunya

Menurut Cak Imin, tobat ekologis perlu dilakukan sebab bencana ekologis telah terjadi di mana-mana. Karenanya, Cak Imin mengajak semua pihak untuk melakukan tobat ekologis.

Lantas, apa itu Tobat Ekologis?

Secara harfiah, tobat ekologis adalah panggilan untuk mengakui kesalahan, kejahatan, dan kelalaian manusia terhadap lingkungan alam, lalu bertobat dengan sepenuh hati untuk mengubah perilaku, dari penguasa alam menjadi makhluk yang lebih peduli dan menjaga kelestarian alam.

Dengan melakukan tobat ekologis, manusia harus lebih menyadari hubungannya secara lebih mendalam dengan alam, sebagai sesama ciptaan Tuhan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved