Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Catat! Jadwal Lengkap Puncak Natal Kemenag Tahun 2025 di Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, telah menjadwalkan puncak perayaan Natal 2025.
Ringkasan Berita:
- Natal 2025 jatuh pada Kamis, 25 Desember, dengan satu hari cuti bersama pada Jumat, 26 Desember.
- Puncak perayaan Natal Kemenag 2025 digelar di Jakarta pada Senin, 29 Desember, menutup rangkaian Safari Natal sejak November.
- Acara puncak menghadirkan ibadah oikoumene, tokoh lintas agama, dan rangkaian kegiatan yang menekankan persaudaraan lintas denominasi.
TRIBUNNEWS.COM - Setiap tahun, umat Kristian di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersukacita merayakan Hari Raya Natal.
Hari Raya Natal adalah sebuah peringatan sakral yang menandai kelahiran Yesus Kristus.
Pada tahun 2025, Hari Raya Natal jatuh tepat pada Kamis, 25 Desember.
Penetapan hari raya ini sebagai hari libur Nasional sesua dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, yang tertuang dalam Nomor 855 Tahun 2024, Nomor 3 Tahun 2024, dan Nomor 4 Tahun 2024.
Bahkan, untuk memberikan kesempatan berlibur yang lebih luas, pemerintah juga menetapkan satu hari Cuti Bersama Natal 2025 pada Jumat, 26 Desember 2025.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) sebagai perwujudan komitmen negara dalam memfasilitasi dan merawat harmoni keberagaman, telah menjadwalkan perayaan puncak Natal tahun ini.
Perayaan puncak Natal tahun ini diadakan Kemenag sebagai ajang persaudaraan lintas denominasi, yang direncanakan akan diselenggarakan secara megah di Jakarta.
Puncak Perayaan Natal Kemenag 2025
Puncak perayaan Natal yang diselenggarakan oleh Kemenag pada tahun 2025 dijadwalkan akan berlangsung di Jakarta pada Senin, 29 Desember 2025, dikutip dari https://bimaskristen.kemenag.go.id/.
Acara ini merupakan penutup dari rangkaian Safari Natal Kemenag yang telah dilaksanakan di berbagai kota besar sejak November.
Perayaan puncak ini direncanakan sebagai ruang kebersamaan yang melibatkan seluruh umat Kristiani, baik Kristen Protestan maupun Katolik, pegawai Kemenag, serta dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa penyelenggaraan Natal Kemenag 2025 ini bertujuan menciptakan ruang persaudaraan yang lebih kuat bagi umat Kristiani yang selama ini cenderung merayakan secara terpisah.
Baca juga: Tema Natal 2025 Resmi dari PGI–KWI: Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga
“Selama ini saya melihat umat Katolik dan Kristen menyelenggarakan perayaan secara sendiri-sendiri. Kenapa enggak disatukan menjadi satu kesatuan supaya nanti kaumnya bisa terasa lebih kebersamaan,” ujar Menag di Surabaya, Rabu (26/11/2025).
Menag menegaskan bahwa semangat kebersamaan ini tidak lantas mencampuradukkan ritual keagamaan.
Umat beragama lain hadir untuk bersilaturahmi dan memperkuat harmoni, bukan untuk ikut serta dalam prosesi ibadah.
Hal ini serupa dengan suasana perayaan Idulfitri, di mana umat beragama lain turut hadir tanpa harus mengikuti ritual salat Id.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Perayaan-Natal-di-Gereja-Katedral-Ijen-Kota-Malang_20241225_142901.jpg)