Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Pakar Sebut BMKG Sudah Prediksi Siklon Tropis Terjadi di Aceh-Sumatra tapi Tak Sangka Lebih Buruk

Pakar mengatakan BMKG tidak memperkirakan bahwa dampak Siklon Tropis akan sejauh ini, bahkan lebih parah dari perkiraan.

Tayang:
Penulis: Rifqah
BMKG
CUACA EKSTREM - Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka. Pakar mengatakan BMKG tidak memperkirakan bahwa dampak Siklon Tropis akan sejauh ini, bahkan lebih parah dari perkiraan. 

Ringkasan Berita:
  • Siklon Tropis Senyar berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang
  • BMKG sebenarnya sudah memprediksi akan terjadi Siklon Tropis Senyar ini, tapi tak menyangka dampaknya lebih parah dari perkiraan
  • Menurut Analisis BMKG, per Jumat (28/11/2025), Siklon Tropis Senyar mulai menjauhi wilayah Indonesia. 

 

TRIBUNNEWS.COM - Pakar Meteorologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Edvin Aldrian, menyebut bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memprediksi Siklon Tropis Senyar akan terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Beberapa hari belakangan ini, bencana banjir dan longsor pun terjadi di wilayah bagian utara Sumatra tersebut hingga menimbulkan banyak korban jiwa, luka-luka, hingga hilang, bahkan banyak kerusakan terjadi.

Atas bencana ini, BMKG pun menyatakan bahwa banjir dan longsor itu dipicu oleh cuaca ekstrem akibat adanya Siklon Tropis Senyar yang menyebabkan hujan deras.

Siklon Tropis Senyar merupakan siklon yang tumbuh dari Bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh yang dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem disertai angin kencang.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya menyampaikan kondisi ini meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra.

Saat ini Siklon Tropis Senyar berpusat di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT dengan tekanan udara minimum di pusat mencapai sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam).

BANJIR DAN LONGSOR - Foto yang diambil pada 26 November 2025 dan dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ini menunjukkan sebuah ekskavator sedang bekerja di lokasi setelah banjir dan tanah longsor melanda Sumatera Utara, Indonesia. Sebanyak 13 orang meninggal dunia setelah banjir dan tanah longsor melanda tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, Rabu. Hujan deras yang terus-menerus sejak 22 hingga 25 November menyebabkan sungai meluap, memicu banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan. (Basarnas/Handout via Xinhua)
BANJIR DAN LONGSOR - Foto yang diambil pada 26 November 2025 dan dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ini menunjukkan sebuah ekskavator sedang bekerja di lokasi setelah banjir dan tanah longsor melanda Sumatera Utara, Indonesia. (Basarnas/Handout via Xinhua) (/Basarnas)

Edvin pun mengatakan, BMKG sebenarnya sudah memprediksi akan terjadi Siklon Tropis Senyar ini.

Namun, katanya, BMKG tidak memperkirakan bahwa dampaknya akan sejauh ini, bahkan lebih parah dari perkiraan.

"Mereka (BMKG) sudah mendeteksi ini (Siklon Tropis Senyar) akan terjadi-jadi memang, tapi terjadinya kok sejauh ini gitu (tidak terprediksi sejauh ini), lebih buruk," ujarnya, Sabtu (29/11/2025), dikutip dari YouTube tvOneNews.

Menurut Edvin, bencana yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar itu juga termasuk peristiwa yang langka.

Sebab, Indonesia berada di lokasi yang dekat dengan garis ekuator atau khatulistiwa, jadi secara teori klimatologi wilayah yang berada di dekat garis ekuator ini kurang mendukung untuk dilintasi Siklon Tropis Senyar.

Baca juga: Mengenal Siklon Tropis Senyar, Penjelasan Soal Nama hingga Kenapa Disebut sebagai Fenomena Langka

"Ya, kalau kita perhatikan ini salah satu bencana yang terjadi di daerah ekuator dan itu sangat langka sekali," kata Edvin.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, juga menjelaskan bahwa Indonesia memang berada dekat garis ekuator yang secara teori kurang mendukung terbentuknya atau dilintasi Siklon Tropis Senyar

Meski demikian, Andri menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir cukup banyak Siklon Tropis Senyar yang bergerak mendekati wilayah Indonesia dan memberikan dampak yang signifikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved