Jumat, 24 April 2026

PBNU dan Dinamika Organisasinya

Kepemimpinan PBNU Beralih dari Gus Yahya ke KH Miftachul Ahyar, Rais Aam: Muktamar Akan Digelar

Rais Aam PBNU KH Miftcahul Akhyar menegaskan, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Editor: Wahyu Aji
SURYAMALANG.COM/Bobby Constantine Koloway
POLEMIK PBNU — Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar memberikan penjelasan kepada jurnalis, Sabtu (29/11/2025) di Kantor PWNU Jawa Timur. Kiai Miftah menegaskan KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU saat ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat resmi yang ditandatangani Rais Aam KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada 20 November 2025 dan telah disosialisasikan kepada 36 PWNU.

Pokok Isi Pernyataan PBNU yang ditandatangani Kiai Miftah:

1. Pencabutan Status Ketua Umum PBNU dari Gus Yahya

PBNU menyatakan bahwa terhitung sejak 26 November 2025, Gus Yahya tidak lagi memiliki kewenangan, hak penggunaan atribut, maupun kapasitas sebagai Ketua Umum PBNU. Kepemimpinan PBNU kini sepenuhnya berada di tangan Rais Aam KH Miftachul Akhyar.

2. Keputusan Sesuai Fakta, Tanpa Motif Lain

PBNU menegaskan bahwa seluruh dasar dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah benar-benar sesuai fakta tanpa motif lain di luar yang tercantum secara resmi.

3. Rapat Pleno atau Muktamar Akan Digelar

Untuk memastikan organisasi berjalan normal, PBNU akan segera menyelenggarakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat.

4. Pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF)

Menanggapi dinamika publik dan isu di media, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta guna melakukan investigasi mendalam terhadap berbagai informasi yang beredar.
Pengarah TPF:

  • KH Anwar Iskandar
  • KH Afifuddin Muhajir

5. Digdaya Persuratan PBNU Ditangguhkan

Implementasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU ditangguhkan sampai investigasi selesai. Sementara itu, pelaksanaan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.

6. Seruan Menjaga Moral dan Kepentingan Bersama

PBNU mengajak seluruh kader untuk mendahulukan kepentingan bersama, menjunjung akhlak mulia (al-akhlaq al-karimah), serta menjunjung tinggi kejujuran dalam sikap dan tindakan.

Baca juga: Profil Kiai Miftachul Akhyar yang Isi Posisi Gus Yahya Sebagai Ketua Umum PBNU

7. Ajakan Bermunajat

Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, warga NU diminta bermunajat memohon solusi terbaik bagi organisasi.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved