Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Korban Bencana di Aceh Sumut dan Sumbar Bertambah: 442 Orang Tewas, 290 Ribu Orang Mengungsi

Menyalurkan bantuan ke setiap titik lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak mudah. AHY ungkap berbagai tantangannya.

Tayang:
Editor: Willem Jonata
BNPB
PETA BENCANA - Tangkapan layar peta bencana yang dirilis BNPB. Tercatat 46 kabupaten di tiga provinsi di Sumatera, antara lain Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Ratusan orang meninggal dunia. Lebih dari 290 ribu orang mengungsi. 

Ringkasan Berita:
  • Korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus bertambah
  • Menyalurkan bantuan ke lokasi bencana tidak mudah, termasuk keterbatasan daya angkut helikopter dan BBM
  • DPR panggil Menteri Kehutaman Raja Juli Antoni bahas penyebab dan dampak banjir serta longsor 

 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, terus bertambah, Minggu (30/11/2025) sore.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis update terbaru jumlah korban bencana di tiga provinsi tersebut, di mana 46 kabupaten terdampak.

Data terbaru menunjukkan total jumlah korban meninggal ada 442 jiwa. Kemudian orang hilang tercatat 402 jiwa dan korban luka-luka 646 jiwa.

Korban meninggal paling banyak ada di Sumatera Utara, dengan 217 korban. Selanjutnya Sumatera Barat dengan 129 korban jiwa. Dan Aceh tercatat 96 korban jiwa.

Baca juga: 28 Helikopter Dikerahkan Untuk Evakuasi Korban dan Distribusi Bantuan Bencana Banjir di Sumatera

Total warga di tiga provinsi yang terdampak bencana ada 1,1 orang, dengan jumlah pengungsi lebih dari 290 ribu orang.

BNPB juga melaporkan kerusakan akibat bencana di tiga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Disebutkan bahwa 827 rumah rusak berat, 694 rusak sedang, dan lebih dari 130 ribu rusak ringan. 

Dilaporkan pula 133 jembatan mengalami kerusakan.

Tantangan menyalurkan bantuan

Menyalurkan bantuan ke setiap titik lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak mudah.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan berbagai tantangannya. 

"Di lapangan, tantangan yang kita hadapi tidak ringan. Keterbatasan BBM untuk logistik dan genset, kerusakan jaringan listrik bertegangan tinggi, hingga keterbatasan daya angkut helikopter membuat distribusi bantuan memerlukan waktu," ujar AHY dalam akun Instagram-nya, Minggu (30/11/2025).

Kendati tidak mudah, AHY memastikan Pemerintah akan terus bekerja keras dan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

"Saya juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk memastikan operasional bandara, helikopter, dan armada udara, dengan dukungan TNI-Polri, guna dropping logistik dan bantuan medis," ujar AHY.

Di sisi lain, AHY telah berkomunikasi langsung dengan PLN terkait pemulihan listrik serta dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM bagi logistik, genset, dan operasional di lapangan.

Panggil Menteri Kehutanan bahas bencana

Komisi IV DPR RI akan memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk membahas penyebab dan dampak banjir serta longsor yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatera dalam sepekan terakhir.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved