Banjir dan Longsor Sumatera
Prabowo Harus Segera Evaluasi Kinerja Kemenhut Buntut Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera
Kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon di wilayah hulu diduga kuat jadi pemicu bencana banjir dan longsor di Sumatera. DPR panggil Menhut
Berdasarkan data yang dirilis World Population Review pada awal tahun 2024 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat kedua dalam daftar negara dengan tingkat deforestasi terparah secara global.
Deforestasi adalah proses penggundulan atau penghancuran hutan, baik secara alami maupun akibat ulah manusia.
Berdasar perubahan area hutan 1990-2020, deforestasi Indonesia mencapai perubahan area hutan hingga 101.977 mil persegi atau 22,28 persen dari total area hutan.
Kementerian Kehutanan sempat merilis hasil pemantauan tahunan mengenai kondisi hutan dan angka deforestasi di Indonesia pada 20 Maret 2025.
Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di seluruh daratan Indonesia yang mencakup 187 juta hektare, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, menggunakan citra satelit Landsat yang disediakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa luas lahan berhutan di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 95,5 juta hektare atau 51,1 persen dari total daratan.
Dari angka tersebut, sekitar 91,9 persen atau 87,8 juta hektare berada di dalam kawasan hutan.
Sementara itu, angka deforestasi netto tahun 2024 tercatat sebesar 175,4 ribu hektar. Angka ini diperoleh dari deforestasi bruto sebesar 216,2 ribu hektare dikurangi hasil reforestasi yang mencapai 40,8 ribu hektare.
Mayoritas deforestasi bruto terjadi di hutan sekunder dengan luas 200,6 ribu hektare atau 92,8 persen, di mana 69,3 persen terjadi di dalam kawasan hutan dan sisanya di luar kawasan hutan.
Kemenhut Harus Dievaluasi
Komisi IV DPR berencana memanggil Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk meminta penjelasan terkait kayu gelondongan berukuran besar yang terbawa banjir di Sumatera.
Dalam pertemuan yang akan digelar pada Kamis (4/11/2025) tersebut anggota DPR yang membidangi isu lingkungan tersebut akan meminta penjelasan dari Menhut soal dugaan adanya illegal logging di balik bencana yang terjadi di Sumatera.
"Jadi nanti akan kita kupas semua apa penyebabnya, benar enggak kayu gelondongan itu dari illegal logging atau memang pohon tumbang," kata anggota Komisi IV DPR RI Rajiv kepada Tribunnews.com, Minggu (30/11/2025).
Politikus Nasdem dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini mengatakan, gelondongan kayu yang terbawa banjir memunculkan banyak asumsi, terutama setelah videonya viral di media sosial.
Karena itu, ia meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
"Jadi kita harap publik sabar dulu, kita fokus dulu menyelamatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera korban-korban itu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Banjir-dan-Longsor-Kepung-Aceh-Sumut-Hingga-Sumbar_20251128_144947.jpg)