Minggu, 3 Mei 2026

Banjir di Sumatera

Pemerintahan Lokal Lumpuh, DPR Desak Prabowo Tetapkan Bencana Nasional 

Pemerintah pusat diminta segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera sebagai bencana nasional. 

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/dok.
HANCUR - Rumah dan pagar rumah sekolah serta bangunan lainnya di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara porak-poranda pasca diterjang banjir. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah pusat diminta segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga provnsi di Sumatera sebagai bencana nasional. 
  • Kemendagri diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pelayanan publik.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf mendesak pemerintah segera menetapkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera sebagai bencana nasional. 

Dia menilai saat ini Pemda di wilayah terdampak bencana lumpuh.

“Karena kalau kita berbicara sebagai bencana nasional, maka seluruh perangkat, baik pemerintahan dalam negeri, pemerintah daerah provinsi, pusat, itu harus turun tangan bahu-membahu,” ujar Dede kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Korban meninggal dan hilang telah mencapai ratusan orang. Kerugian akibat kehilangan harta benda dan kerusakan infrastruktur sangatlah besar.

"Dan yang paling perlu kita perhatikan adalah bahwa saat ini kondisi pemerintah daerah itu lumpuh. Hampir sebagian lumpuh. Dan kita membutuhkan segala penanganan dengan baik,” kata Dede. 

Pihaknya meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memulihkan sektor pelayanan publik.

Dede juga berharap daerah lain yang belum terdampak untuk membantu pemulihan dan penanganan bencana, terutama karena banyak fasilitas dasar seperti listrik dan internet yang mati.

“Padahal di sana saat ini kan rumah sakit, sekolah juga harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Dede.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang.

Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025), yang ter-update pada pukul 17.00 WIB.

"Jumlah korban tewas di Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 156 jiwa," tertulis data di situs Pusatin BNPB, dikutip Senin.

Rinciannya, sebanyak 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang dan korban luka 1.800 di Aceh.

Baca juga: Jalan Nasional dan Komunikasi di Aceh Tamiang Berangsur Pulih, Warga Bisa Kirim Pesan WA

Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumatera Barat. Sementara jumlah korban di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.

Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan. Data ini pun terus di-update secara berkala.

Jembatan rudak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved