5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib, Menentukan Sahnya Ibadah
Khutbah Jumat memiliki peran penting dalam menentukan sahnya salat Jumat sehingga khatib wajib memenuhi lima rukun khutbah berikut ini.
Ringkasan Berita:
- Khutbah Jumat memiliki peran penting dalam menentukan sahnya salat Jumat sehingga khatib wajib memenuhi lima rukun khutbah.
- Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa rukun-rukun tersebut meliputi memuji Allah, membaca shalawat, menyampaikan wasiat takwa, membaca ayat Al-Qur’an, dan mendoakan kaum mukmin.
- Setiap rukun harus dilaksanakan dengan tepat agar khutbah dan ibadah salat Jumat terlaksana secara sah dan sempurna bagi jamaah.
TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat adalah ceramah agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat.
Khutbah memiliki kedudukan sangat penting karena tidak hanya menjadi wadah penyampaian pesan keagamaan, nasihat moral, dan tuntunan hidup, tetapi juga merupakan bagian dari rukun yang menentukan sah atau tidaknya salat Jumat.
Oleh karena itu, seorang khatib wajib memahami dan memenuhi rukun-rukun khutbah dengan benar, sebagaimana dijelaskan para ulama, termasuk Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitabnya.
Melansir laman Kemenag, berikut lima rukun khutbah Jumat yang wajib dipenuhi oleh khatib.
Setiap rukun perlu diperhatikan secara saksama agar khutbah terlaksana dengan sempurna dan ibadah jamaah dinilai sah.
5 Rukun Khutbah Jumat
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja (Indonesia, Daru Ihya'il Kutubil Arabiyyah: t.t), h. 96 menjelaskan, ada 5 rukun khutbah yang harus dipenuhi oleh seorang khatib, yakni :
1. Memuji Allah SWT
Saat menyampaikan khutbah pertama dan kedua, seorang khatib wajib memuji Allah dengan menyebut lafaz “hamdun” atau derivasinya, misalnya alhamdulillah, ahmadullaha, lillahil hamdu, atau ana hamidullaha.
Pujian tidak sah jika menggunakan lafaz lain, seperti lafaz “asy-syukru”, atau yang lainnya.
Selain itu, lafaz pujian harus menyebut nama “Allah” secara langsung, bukan salah satu Asmaul Husna seperti Ar-Rahman atau Ar-Rahim.
Baca juga: Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Membentuk Masjid Ramah Difabel
Dengan demikian, tidak terhitung memuji Allah jika mengucapkan misalnya alhamdu lir-rahman atau sejenisnya.
2. Membaca Shalawat Nabi
Selain memuji kepada Allah, seorang khatib pun harus membaca shalawat kepada Nabi Muhammad di khutbah pertama dan kedua.
Lafaz shalawat yang dibaca harus menggunakan lafaz “ash-shalatu” atau derivasinya, seperti ash-shalatu ala Muhammad, ushalli ala Muhammad, atau ana mushallin ‘ala Muhammad.
Sementara itu, untuk nama Nabi Muhammad boleh menggunakan lafaz lain yang dinisbatkan kepadanya, seperti lafaz Ahmad, an-Nabiyul Mahi, an-Nabiyul Hasyir, dan sejenisnya.
Namun, shalawat tidak sah jika hanya menggunakan dhamir, misalnya ash-shalatu ‘alaihi.
3. Berwasiat Takwa
Seorang khatib juga harus menyampaikan wasiat takwa kepada Allah di khutbah pertama dan kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjid-pusdai-jabar-laksanakan-sholat-jumat-berjamaah_20200320_204329.jpg)