Senin, 18 Mei 2026

BRIN Dorong Kebun Raya Bali Menjadi Living Lab Unggulan

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kehadiran living lab ini akan mampu memperkuat riset dan edukasi di bidang biodiversitas Indonesia.

Tayang:
HO/IST/Istimewa/HO
KEBUN RAYA BALI - Kepala BRIN Bertemu dengan Sivitas Periset Perekayasa dan Pegawai BRIN Home Base Bali di Kawasan Konservasi Ilmiah Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali, Jumat (5/12/2025). 
Ringkasan Berita:
  • BRIN mendorong Kebun Raya Eka Karya Bali di Kabupaten Tabanan, Bali menjadi living lab unggulan.
  • Konsep living lab tengah menjadi tren global karena mampu menghadirkan kawasan riset berbasis ekosistem nyata.
  • Kebun Raya Bali dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan riset biologi, ekologi, kehutanan, dan berbagai disiplin ilmiah lainnya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong Kebun Raya Eka Karya Bali di Kabupaten Tabanan, Bali menjadi living lab unggulan.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kehadiran living lab ini akan mampu memperkuat riset dan edukasi di bidang biodiversitas Indonesia.

Menurut Arif, konsep living lab tengah menjadi tren global karena mampu menghadirkan kawasan riset berbasis ekosistem nyata.

Dengan luas sekitar 120 hektare, Kebun Raya Bali dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan riset biologi, ekologi, kehutanan, dan berbagai disiplin ilmiah lainnya.

“Kami ingin menjadikan seluruh living lab BRIN agar menjadi pusat riset excellence sesuai dengan bidangnya,” ujarnya usai mengunjungi Kebun Raya Bali, Jumat (5/12/2025).

Selain sebagai pusat riset, Arif mengatakan, Kebun Raya Bali juga memiliki peran strategis dalam edukasi publik.

Keberadaan koleksi tanaman langka dan bersejarah dinilai dapat menginspirasi anak-anak, pelajar, dan masyarakat luas untuk mencintai dunia flora.

“Karena Kebun Raya ini kan kaya akan tanaman langka, kaya akan tanaman yang bersejarah. Jadi ini mendorong kecintaan anak-anak kepada Kebun Raya,” ucapnya.

Saat ini, ia mengatakan, BRIN telah bermitra untuk mengelola Kebun Raya di seluruh Indonesia. Arif berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus mengedepankan riset sebagai prioritas utama.

“Karena itu Kebun Raya Bali harus dikelola karena sudah kita mitrakan. Maka kita terus berharap kemitraan ini seimbang antara kepentingan eduwisata, bisnis, dan yang paling penting penelitian,” tegas Arif.

Kehadirannya di Kebun Raya Bali hari ini juga dimaksudkan untuk melihat langsung fasilitas dan berdialog dengan para peneliti BRIN.

Dari dialog tersebut, Arif menyebut aspirasi peneliti di Kebun Raya Bali sejalan dengan masukan peneliti BRIN di berbagai daerah.

“Isu-isu tersebut sudah kami pahami dan langkah-langkah solusinya telah kami siapkan secara bertahap,” ujarnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved