Minggu, 10 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Bareskrim Ambil 27 Sampel Kayu Gelondongan di Tapsel: Ada Hasil Gergaji dan Dicabut Alat Berat

Bareskrim Polri mengambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

Tayang:
Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, Kamis (4/12/2025). Bareskrim Polri mengambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Tribun Jakarta/Dwi Putra Kesuma 

Ringkasan Berita:
  • Bareskrim ambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).
  • Pengambilan sampel ini dilakukan dalam rangka penyelidikan soal dugaan adanya pembalakan liar yang mengakibatkan bencana di Sumatra.
  • Sejumlah sampel kayu yang diambil ini yakni mayoritas berjenis karet, ketapang, durian, dan lainnya

 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Dittipidter Bareskrim Polri mengungkap telah mengambil 27 sampel kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan (Tapsel).

Pengambilan sampel ini dilakukan dalam rangka penyelidikan soal dugaan adanya pembalakan liar yang mengakibatkan bencana di Sumatra.

"Posko sudah didirikan 3 km dari TKP DAS (Daerah Aliran Sungai) Garoga. Di sekitar TKP ini, 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Adapun sejumlah sampel kayu yang diambil ini yakni mayoritas berjenis karet, ketapang, durian, dan lainnya.

"Barang bukti kayu telah disisihkan, dispesifikasikan, dan dikategorikan oleh ahli," tuturnya.

Hasil pemeriksaan, pihak kepolisian pun menemukan sejumlah kayu yang ditebang oleh manusia secara sengaja.

"Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori, kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (alat berat), kayu hasil longsor dan kayu hasil pengangkutan loader," jelasnya.

Baca juga: Penampakan 4 Gajah Ikut Bersihkan Kayu Sisa Banjir Bandang di Pidie Jaya Aceh Bikin Haru 

Sehingga, lanjut Irhamni, rencana tindak lanjut atas temuan tersebut, pihaknya mengagendakan pemeriksaan terhadap perusahaan soal dugaan aktivitas land clearing atau pembukaan lahan pada hari ini.

"Kegiatan penyelidikan oleh tim akan dilanjutkan dengan pemeriksaan salah satu perusahaan yang berada di hulu sungai Garoga yang terindikasi adanya kegiatan landclearing oleh perusahan PT TBS tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah membentuk satuan tugas gabungan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran atas temuan gelondongan kayu saat banjir di tiga Provinsi Sumatra.

Hal itu disampaikan usai bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025) malam.

"Tentunya kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menteri Kehutanan dan tim untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa yang muncul karena adanya temuan-temuan kayu yang diduga ada kaitannya dengan pelanggaran," ucap Jenderal Sigit.

Kapolri menyebut akan terlebih dahulu melakukan pendalaman terlebih dahulu bersama-sama dengan tim.

Langkah-langkah awal yang sudah dilakukan ialah menurunkan personel bersama dengan Kementerian Kehutanan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved