Minggu, 31 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Profil Lasarus, Ketua Komisi V DPR yang Soroti Lambannya Penanganan Banjir di Sumatra

Berikut profil dan harta kekayaan Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI yang kritik keras terhadap Pemerintah soal penanganan banjir dan longsor di Sumatra.

Tayang:
Penulis: Falza Fuadina
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews/Chaerul Umam
PROFIL LASARUS - Ketua Komisi V DPR RI Fraksi PDIP Lasarus. Berikut profil dan harta kekayaan Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI yang kritik keras terhadap Pemerintah soal penanganan banjir dan longsor di Sumatra. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melontarkan kritik keras terhadap kinerja pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor di Sumatra.
  • Ia menilai Pemerintah terlambat dalam mengambil keputusan krusial, yakni penetapan status tanggap darurat bencana. 
  • Pihaknya berencana turun langsung ke daerah bencana.
  • Profil dan harta kekayaan Lasarus.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus melontarkan kritik keras terhadap kinerja pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Menurut Lasarus, pemerintah dinilai terlambat dalam mengambil keputusan krusial, yakni penetapan status tanggap darurat bencana. 

Keterlambatan ini timbul karena pemerintah awalnya tidak menduga bahwa dampak bencana akan terjadi seluas dan semasif yang terjadi.

“Ya, memang kalau saya bilang, kita itu di satu minggu pertama itu agak terlambat menetapkan status bencana ini kalau saya lihat ya. Mungkin pemerintah menduga tidak semasif dan seluas ini dampak yang ditimbulkan,” ujar Lasarus di Gedung DPR RI, Selasa (9/12/2025), dikutip dari Kompas.com.

Akibat dari keterlambatan tersebut, penanganan awal tidak berjalan ideal. 

Seharusnya dalam kurun satu minggu setelah bencana, seluruh akses wilayah terdampak sudah bisa dibuka. 

“Sehingga harusnya tanggap darurat yang ideal itu kan di seminggu pertama itu, paling tidak seluruh akses sudah bisa dibuka,” sambungnya.

Namun, hingga memasuki dua pekan lebih pascabencana, masih ada enam kabupaten di Sumatra yang dilaporkan belum bisa diakses dan masih terputus.

“Ini sudah 2 minggu 14 hari, masih ada kemarin, kemarin saya belum tahu hari ini update, ada 6 kabupaten yang masih belum bisa diakses, masih terputus. Kita belum bicara kecamatan, belum bicara desa. Ini karena keterlambatan kalau menurut saya ya,” ungkap Lasarus.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyoroti bahwa kerusakan parah yang ditimbulkan oleh bencana memerlukan dana pemulihan infrastruktur yang sangat besar. 

Menurut informasi yang ia peroleh dari Menteri Pekerjaan Umum (PU), kebutuhan anggaran minimal untuk pemulihan dan rekonstruksi di Sumatra Barat saja mencapai Rp13 triliun. 

Baca juga: DPR Beri Raja Juli Waktu 30 Hari Bongkar Dalang Illegal Logging Penyebab Banjir Aceh-Sumatra

“Pak Menteri PU masih di sana kontak saya, minimal Sumbar itu aja butuh Rp 13 triliun. Rp 13 triliun hanya untuk Sumatera Barat, belum Aceh lebih parah lho,” ungkap dia.

Ia menilai kondisi di Aceh lebih parah dibandingkan Sumatra Barat. Sementara itu, Sumatra Utara juga mengalami kerusakan yang signifikan sehingga total dana rekonstruksi yang dibutuhkan dipastikan akan jauh lebih besar.

Lasarus mengatakan pihaknya berencana turun langsung ke daerah bencana. Aksi ini bertujuan untuk memastikan situasi agar mereka dapat memberikan dukungan dan bantuan yang efektif kepada pemerintah.

“Maka Komisi 5, besok kami akan ke sana, tanggal 10 saya akan terbang langsung ke lokasi supaya bisa melihat. Supaya saya ada feel lah ya, seperti apa sih sebetulnya yang harus kita mitigasi dari sisi kami DPR memberi dukungan kepada pemerintah,” katanya.

Berikut adalah profil dan harta kekayaan Lasarus.

Profil Lasarus

Lasarus lahir di Sintang, Kalimantan Barat, pada 15 Juni 1970.

Dikutip dari Wikipedia, ia mengenyam pendidikan dasar di SD Bantuan Pauh, SMP 17 Agustus Sintang, dan SMA Panca Setya Sintang.

Lasarus kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Tanjungpura.

Ia juga berhasil mendapatkan gelar magister di Universitas Tanjungpura bidang Ilmu Sosial dan Politik pada 2008.

Ayah lima anak itu terjun ke dunia politik dengan bergabung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Pada Pemilu 2004, ia berhasil terpilih sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang. 

Setelah itu, Lasarus menduduki kursi Senayan selama empat periode, yakni 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.

Di sisi lain, ia juga aktif dalam berorganisasi. Pria berusia 55 tahun itu didapuk menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat sejak 2019 dan Pimpinan Pemuda Katolik.

Lasarus diketahui aktif di media sosial.

Ia kerap mengunggah berbagai aktivitasnya, baik ketika menjalankan tugas maupun saat bersama keluarga, melalui akun Instagram @lasarus.id.

Bahkan, Lasarus memiliki lebih dari 18 ribu pengikut dengan jumlah 783 unggahan.

Riwayat Pendidikan:

  • SD Bantuan Pauh (1978–1984)
  • SMP 17 Agustus Sintang (1984–1987)
  • SMA Panca Setya Sintang (1987–1990)
  • S-1 Administrasi Negara, Universitas Tanjungpura (1994–1998)
  • S-2 Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Tanjungpura (2006–2008)

Riwayat Organisasi:

  • Pimpinan Pemuda Katolik (2012–sekarang)
  • Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sintang (2004–2009)
  • Pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (2010–2015)
  • Wakil Ketua Bidang Buruh DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (2015–2020)
  • Koordinator Anggaran pada Struktur, Komposisi Personalia Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2009–2014)
  • Anggota Personalia Departemen Infrastruktur DPP PDI Perjuangan (2010–2015)
  • Bendahara Personalia Baguna DPP PDI Perjuangan (2015–2020)
  • Bendahara Kelompok Pelaksana Rakernas I PDI Perjuangan (2016)
  • Bendahara HUT ke-43 PDI Perjuangan (2016)
  • Wakil Ketua Pendaftaran dan Verifikasi Partai Politik Pemilu PDI Perjuangan (2019)
  • Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (2019–2024)
  • Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat (2025-2030)

Harta Kekayaan Lasarus

Lasarus tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 29.747.053.424 atau Rp29,7 miliar.

Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 15 Mei 2025.

Harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp19.085.884.500 atau Rp19 miliar.

Sumber harta terbanyak kedua milik Lasarus berasal dari kas dan setara kas senilai Rp9.132.418.924 atau Rp9,1 miliar.

Lalu sumber harta terbanyak ketiga milik Lasarus berasal dari harta lainnya sebesar Rp1.079.750.000 atau Rp1 miliar.

Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan Lasarus.

DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 19.085.884.500

1. Tanah dan Bangunan Seluas 19.997 m2/1.125 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.181.250.000

2. Tanah Seluas 10.824 m2 di KAB / KOTA MELAWI, HASIL SENDIRI Rp. 273.306.000

3. Tanah Seluas 1.750 m2 di KAB / KOTA GIANYAR, HASIL SENDIRI Rp. 875.000.000

4. Tanah Seluas 6.500 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 164.125.000

5. Tanah Seluas 20.000 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 505.000.000

6. Tanah Seluas 1.800 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 45.450.000

7. Tanah Seluas 18.614 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 470.003.500

8. Tanah dan Bangunan Seluas 343 m2/288 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 300.000.000

9. Tanah Seluas 13.713 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 346.253.250

10. Tanah Seluas 14.482 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 365.670.500

11. Tanah Seluas 12.257 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 309.489.250

12. Tanah Seluas 19.888 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 502.172.000

13. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

14. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

15. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

16. Tanah Seluas 510 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 853.740.000

17. Tanah dan Bangunan Seluas 374 m2/85 m2 di KAB / KOTA PONTIANAK, HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000

18. Tanah dan Bangunan Seluas 336 m2/169 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 1.418.400.000

19. Tanah Seluas 345 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 557.000.000

20. Tanah Seluas 19.847 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 501.175.000

21. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

22. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

23. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

24. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

25. Tanah Seluas 50.000 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 1.015.000.000

26. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

27. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

28. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

29. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

30. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

31. Tanah Seluas 19.997 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 504.925.000

32. Tanah Seluas 7.500 m2 di KAB / KOTA SINTANG, HASIL SENDIRI Rp. 154.200.000

33. Tanah Seluas 289 m2 di KAB / KOTA PONTIANAK, HASIL SENDIRI Rp. 184.625.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 210.000.000

1. MOBIL, TOYOTA FORTUNER JEEP Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

2. MOTOR, KAWASAKI SEPEDA MOTOR Tahun 2009, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 239.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 9.132.418.924

F. HARTA LAINNYA Rp. 1.079.750.000

Sub Total Rp. 29.747.053.424

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 29.747.053.424

(Tribunnews.com/Falza)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved